AFAID 2014: No Game No Life, Ceritanya Baru Saja Akan Dimulai

AFAID-2014-No-Game-No-Lif-1

Di hari kedua event Anime Festival Asia 2014 berlangsung, Duniaku mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara dengan produser dan director dari anime yang cukup populer di season lalu, yang berjudul No Game No Life. Atsuko Ishizuka dan Sho Tanaka juga berbagi pengalamannya selama membuat anime nya dan kesan-kesannya ketika berada di Jakarta.

Q: Bagaimana menurutmu tentang perkembangan animasi Indonesia?

Ishizuka & Tanaka: Tidak tahu soal itu, tapi tadi sempat melihat reaksi para penonton di stage, reaksinya luar biasa, mereka semangat ingin memberikan kontribusi.

Q: Apakah kalian tertarik membuat anime dengan tema kebudayaan Indonesia?

Ishizuka & Tanaka: Ini kan baru pertama kalinya kita ke Indonesia, jadi harus belajar dulu tentang kebudayaannya.

Q: Apakah kalian bisa berbagi tips bagaimana membuat anime yang baik seperti anime Jepang?

Ishizuka & Tanaka: Hmmm, bagaimana yah, di Jepang sistemnya sudah ada, jadi lebih mudah untuk melakukannya. Mungkin saran yang bisa diberikan adalah memperbaiki sistem di Indonesia, soalnya di Jepang sendiri membuat animasi sangat dipermudah.

Q: Ada kesan pertama nggak tentang Jakarta?

Ishizuka & Tanaka: Motornya berbahaya! Hahahaha. Tapi bangunan-bangunan di sini sangat bersih, bentuk gedung dan kaca-kacanya juga bagus-bagus.

AFAID-2014-No-Game-No-Lif-2

Q: Di animenya kan banyak sekali hal-hal yang ecchi, sedangkan di Indonesia sendiri hal-hal seperti itu sangat sensitif, bagaimana menurut kalian?

Ishizuka & Tanaka: Hahaha, sudah agak disembunyikan, namun saya yakin semua orang pasti suka melihat adegan cewe seksi kan? (seraya tertawa).

Q: Animenya sendiri kan tamatnya agak “menggantung”, apakah ada rencana untuk melanjutkannya?

Ishizuka & Tanaka: Penasaran kan? Maaf telah membuat kalian penasaran (sambil tersenyum). Tapi kami memang sengaja membuatnya agar kalian penasaran, seakan-akan dari sini, cerita yang sebenarnya baru akan dimulai.

Q: Apakah ada season 2 nya?

Ishizuka & Tanaka: Maaf, untuk hal itu kita belum bisa menjawab.

Q: No Game No Life sendiri kan merupakan adaptasi dari light novel, bagian mana yang paling susah diadaptasikan?

Ishizuka & Tanaka: Yang paling susah itu di adegan permainan shiritori dengan Jibril, dan juga adegan permainan Othello.


SHARE
Previous articleIGS 2014: Kesempatan Mencicipi, Bahkan Membawa Pulang PS4 di Booth Sony
Next articleAFAID 2014: Tidak Hanya Identik Karya Dari Jepang
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.