Beginilah Efek Lagu Lawas Terhadap Jalan Cerita Guardians of the Galaxy


Sains Fiksi Luar Angkasa ala Marvel


Guardians of the Galaxy

Apa saja film sains fiksi luar angkasa yang pernah citizen tonton? Menurut penulis, pada umumnya para penggemar sains fiksi luar angkasa setidaknya akan menyukai salah satu dari cerita Star Wars, atau Star Trek. Citizen yang lebih senior bahkan mungkin menggemari judul-judul lawas seperti Flash Gordon, Silver Hawks, Babylon 5, dan lain sebagainya. Seluruhnya biasanya memiliki kesamaan dalam bertutur cerita : luar angkasa adalah tempat misterius yang begitu luas, dengan penuh semangat mengajak pemirsanya menjelajah tempat-tempat tak terjamah dengan berbagai teknologi melebihi canggih.

Tidak jauh berbeda dengan film Marvel terkini yaitu Guardians of the Galaxy. Setelah 6 tahun lamanya sejak tahun 2008 (Iron Man, The Incredible Hulk) Marvel Studio memproduksi berbagai franchise film superhero Bumi yang berpadu pada sebuah titik temu yaitu The Avengers. Dan kali ini, mereka berani menyajikan judul lain dengan selera yang jauh berbeda dibandingkan dengan film superhero terdahulu. Marvel kini turut merilis film ber-genre sains fiksi luar angkasa dengan franchise Guardians of the Galaxy-nya.

Oke, mungkin sebelum tulisan ini berlanjut, citizen ada yang menyanggah, bukankah Thor dalam film dianggap sebagai entitas luar angkasa juga? Ya, dalam satu sisi, Thor menyajikan elemen-elemen film sains fiksi luar angkasa, dimana terdapat penjelajahan dunia baru, bertemu bangsa planet lain, peperangan intergalaktikal, dan lain-lainnya. Tapi kita juga tahu bahwa Thor memiliki dasar cerita mitologi, dan untuk bisa menyatu dengan semesta sinematiknya, Marvel menjadikan dunia Thor (Asgard) sebagai “planet lain”. Penulis sendiri menganggap Thor adalah “pengantar” pemirsa film Marvel dari dunia Bumi ke semesta luar angkasa. Semestinya respons dari film Thor turut menjadi landasan Marvel Studio untuk merilis film Guardians of the Galaxy.

Tapi di sinilah gilanya Marvel. Mereka kembali membuat film yang tidak seperti biasanya pada Guardians of the Galaxy. Guardians of the Galaxy memang menyajikan khas film-film sains fiksi luar angkasa dengan elemen-elemen yang telah disebutkan di atas. Tapi ada sebuah pembeda besar dalam kesan “semangat dalam menjelajah luar angkasa”. Dan poin terpenting dalam kesan semangat ini tentu tidak lain adalah dari musik pengiring dalam filmnya.


Memento sang Tokoh Utama


XXX GUARDIANS-GALAXY-MOV-JY-0691.JPG A ENT

Film sains fiksi luar angkasa lainnya umumnya menyajikan musik penuh semangat untuk menemani pemirsa dalam menjelajah luar angkasa. Sebagai contoh, pada film Star Wars kita tentu terngiang-ngiang dengan kedatangan armada Galactic Empire dengan iringan lagu Imperial March. Atau adegan riuh di Cantina menjadi lebih hidup dengan iringan lagu Cantina. Atau serunya pertarungan antara Jedi dengan Sith berkat iringan lagu Duel of the Fates. Semua iringan lagu itu sengaja dikondisikan sesuai adegan yang berlangsung, dan sama halnya dengan berbagai film sains fiksi luar angkasa lainnya.

Hal ini berbeda pada film Guardians of the Galaxy. Walaupun terdapat berbagai score musik yang dikomposisi oleh Tyler Bates, musik paling mencolok di film ini tentunya adalah berbagai tembang lawas dari tahun 60-70 an. Ya, hampir di semua adegan penting di Guardians of the Galaxy justru akan terdengar lagu-lagu tempo dulu ini. Mulai dari awal film saat menampilkan nama-nama pemeran dan beberapa produser film, momen romantis antara dua insan, aksi yang menentukan nasib seantero galaksi -dengan aksi yang tidak akan seorang pun akan menduganya-, hingga adegan penutup pun memutar lagu-lagu ini.

Percayalah, lagu-lagu ini akan meninggalkan kesan di benak kita setelah menonton film Guardians of the Galaxy ini. Hal ini disebabkan karena lagu-lagu lama ini -yang terkumpul dalam sebuah kaset bertajuk Awesome Mix Vol. 1- adalah memento milik sang pemeran utama -Peter Quill a.k.a Star-Lord- dengan kehidupan masa lalunya di Bumi, yang telah ia tinggalkan semenjak ia kecil. Di antara semua benda yang berkaitan dengan Bumi, yang paling mudah dibawa dan dirasakan -dalam hal ini dengan cara didengar- adalah sebuah walkman dengan kaset lagu berisi lagu-lagu kesukaan ibunya di masa muda. Makanya lagu-lagu ini bisa terdengar di berbagai adegan, karena Peter bisa menyetelnya kapanpun ia mau -terlepas darimana ia bisa mendapatkan batu baterai yang cukup untuk memutar lagu-lagu ini selama 26 tahun lamanya.

Kedekatan Star-Lord dengan memento masa kecilnya ini sangat terlihat di sepanjang film. Selain lagu-lagu ini akan terdengar pada adegan-adegan penting di Guardians of the Galaxy, Star-Lord akan terlihat khawatir tanpa keberadaan walkman dan kaset ini. Kita akan melihat bahwa, bagaimanapun caranya, ia akan berusaha mengambil kembali walkman dan kaset ini -walaupun nyawanya yang menjadi taruhannya-. Sebagaimana ia juga membahayakan nyawanya sendiri demi keselamatan temannya, sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa walkman dan kaset ini telah menjadi bagian penting dalam hidupnya, sama pentingnya dengan nyawa teman-temannya.


Awesome Mix Vol. 1


Awesome Mix vol 1

Acungan jempol untuk Marvel yang kembali mengajak para fans seniornya untuk kembali menikmati kisah komik mereka sembari mengenang alunan melodi masa lalu. Dan juga penempatan pemutaran lagunya pun pada umumnya pas (Penulis sendiri merasa ada 1-2 lagu yang diputar pada adegan yang “salah”, namun tidak terlalu signifikan dibandingkan kesan keseluruhan film).

Untuk melantunkan lagu-lagu lawas ini tentunya Marvel perlu membeli lisensi dari setiap lagu. Mungkin untuk korporasi sebesar Marvel, membeli lisensi ini tidak terlalu signifikan biayanya -misalnya dibandingkan dengan biaya produksi, efek, atau promosi film mereka-. Namun Marvel Studio sekali lagi memunculkan kegilaannya dalam kreativitas. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka dapat memanfaatkan lagu-lagu ini untuk mempromosikan film Guardians of the Galaxy.

Awesome Mix vol 1 00

Adakah citizen yang tahu lagu Hooked On A Feeling yang dinyanyikan oleh Blue Swede, sebelum tahun 2013? Kalau tidak familiar dengan judulnya, ada yang tahu lagu “Ooga Chaka”? Ya, lagu yang nyentrik ini menjadi lagu utama trailer Guardians of the Galaxy, yang pertama kali ditayangan pada acara Jimmy Kimmel di awal tahun 2014 lalu. Dengan memperlihatkan adegan memutar kaset lagu lawas -padahal ini trailer tentang sains fiksi luar angkasa- trailer ini menampilkan aksi-aksi khas sains fiksi luar angkasa berpadu dengan lagu “Ooga Chaka” ini. Berkat trailer yang unik ini, banyak orang yang meng-googling kata “Blue Swede”, “Hooked on a Feeling”, atau pun “Ooga Chaka” , dan mengalami pelonjakan pencarian yang signifikan sekitar tahun 2013 hingga kini. Selain trailernya membuat orang penasaran dengan film Guardians of the Galaxy, popularitas lagu Hooked On A Feeling yang dinyanyikan oleh Blue Swede pun mendadak melonjak. Sekali dayung, 2-3 pulau terlampaui!

Beginilah Efek Lagu Lawas Terhadap Jalan Cerita Guardians of the Galaxy

Hampir di semua adegan penting di Guardians of the Galaxy akan diiringi lagu-lagu tempo dulu. Salah satu kejeniusan Marvel Studio kembali dalam memadukan sains fiksi luar angkasa yang megah dengan lagu-lagu lawas penuh kenangan. Bagaimana lagu-lagu lawas ini mempengaruhi jalan cerita Guardians of the Galaxy?

Abaikan

Mendekati perilisan film (sekitar Juli 2014), Marvel Studio pun mengumumkan kumpulan soundtrack lagu film Guardians of the Galaxy dengan judul album Awesome Mix Vol. 1. Isi album ini antara lain adalah :

1. Blue Swede – Hooked on a Feeling
2. Raspberries – Go All the Way
3. Norman Greenbaum – Spirit in the Sky
4. David Bowie – Moonage Daydream
5. Elvin Bishop – Fooled Around and Fell in Love
6. 10Cc – I’m Not in Love
7. Jackson 5 – I Want You Back
8. Redbone – Come and Get Your Love
9. The Runaways – Cherry Bomb
10. Rupert Holmes – Escape (The Pina Colada Song)
11. The Five Stairsteps – O-O-H Child
12. Marvin Gaye/Tammi Terrell – Ain’t No Mountain High Enough 

Sekilas beberapa judul lagu lawas di atas adalah hits pada zamannya, contoh saja I Want You Back yang dinyanyikan oleh Jackson 5, kelompok musik beranggotakan mendiang Michael Jackson dan saudara-saudaranya semasa kecil dulu. Konon lagu-lagu ini adalah pilihan dari sang sutradara James Gunn. Terlepas apakah ia memanfaatkan kenangan fans senior pada lagu-lagu ini, yang jelas judul-judul lagu ini sedikit banyak ikut membantu popularitas film Guardians of the Galaxy. Citizen bisa mendengar seluruh lagu ini di berbagai adegan dalam film Guardians of the Galaxy.


Pemuncak Tangga Lagu Billboard


tumblr_inline_n9ns138q6U1qa1eat

Perpaduan promosi yang unik dan perilisan album soundtrack ini pun berimbas di peringkat lagu terpopuler. Awesome Mix Vol. 1 berhasil menempati urutan pertama tangga lagu Billboard selama dua minggu.

Untuk sebuah album soundtrack film, tentunya hal ini merupakan kejadian yang tidak lazim. Walaupun memang album ini merupakan kumpulan lagu hits pada eranya, namun berkat promosi yang jenius menjadikan album ini bisa bertengger di puncak tangga lagu populer.

Guardians of the Galaxy dengan Awesome Mix Vol. 1 merupakan contoh terobosan jenius dan kreativitas dalam dunia film sains fiksi luar angkasa. Memadukan fantasi canggih dan lantunan lagu lawas, dan beberapa faktor lainnya, tidak heran film Guardians of the Galaxy dianggap menjadi film Marvel terbaik saat ini. Untuk merasakan fenomena ini, citizen memang harus menyaksikan film ini dengan mata kepala sendiri. Jika tidak, adegan singkat di bawah ini –SPOILER ALERT– bisa menjadi salah satu buktinya. Sederhana saja, jika citizen tersenyum melihat klip singkat ini, maka banyak senyuman lain yang bisa citizen rasakan saat menyaksikan sendiri film Guardians of the Galaxy !

Beginilah Efek Lagu Lawas Terhadap Jalan Cerita Guardians of the Galaxy

Hampir di semua adegan penting di Guardians of the Galaxy akan diiringi lagu-lagu tempo dulu. Salah satu kejeniusan Marvel Studio kembali dalam memadukan sains fiksi luar angkasa yang megah dengan lagu-lagu lawas penuh kenangan. Bagaimana lagu-lagu lawas ini mempengaruhi jalan cerita Guardians of the Galaxy?

Abaikan


SHARE
Previous articleBocor! Identitas 44 Karakter Smash Bros. Terbongkar!
Next articleLSNC 2014:Tim ICY 588 Weiwei Net Menjadi Perwakilan untuk Regional Pontianak
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.