Review Batman : Assault on Arkham , Ketika Para Supervillain Numpang Bugil di Animasi Batman

Batman Assault on Arkham

Walaupun animasi ini menyandang nama “Batman”, tapi sejujurnya kemunculan Batman di sini terbilang minim. Batman : Assault on Arkham justru lebih menekankan pada pasukan beranggotakan C-List supervillain (plus Harley Quinn, dia bolehlah masuk kategori B-List supervillain) yang kita kenal dengan sebutan Suicide Squad.

The Riddler kembali berulah, dan membuat ia kembali berurusan dengan  Batman. Hal itu menyebabkannya kembali tertangkap dan dikurung di  Arkham Asylum. Ternyata adegan ini terkait dengan terbentuknya tim bentukan Amanda Waller yang terdiri dari para supervillain yaitu Deadshot, Harley Quinn, Black Spider, KGBeast, Killer Frost, King Shark dan Kapten Boomerang.  Tidak familiar dengan beberapa nama di atas? Tak perlu khawatir, peran mereka juga gak besar-besar amat kok. Tidak sebesar Harley Quinn yang selingkuh dari The Joker tapi tetap saja memiliki plot tersembunyi untuk membebaskannya dari Arkham.

Batman Assault on Arkham

Amanda Waller memerintahkan misi misterius kepada Suicide Squad, yaitu menginfiltrasi Arkham Asylum untuk membunuh The Riddler. Jika anggota Suicide Squad menolak misi ini, kepala mereka akan meledak karena bom yang tertanam di kepala mereka. Jika mereka menjalankannya, mereka akn mendapat pengurangan hukuman dari yang mereka terima saat ini. Ternyata banyak keanehan dari misi yang diberikan Amanda ini yang bahkan tidak langsung disadari oleh The Dark Knight itu sendiri.

Walaupun animasi ini mendompleng nama Arkham Universe (kisah Assault on Arkham ini terjadi setelah Arkham Origin), sayangnya eksekusi animasi ini tidak segempar video game nya. Ya, kita memang akan menjumpai supervillain berdesain Arkham lainnya, selain The Riddler dan The Joker, ada juga Bane, Poison Ivy, Two-Face, dan juga Scarecrow. Tapi dengan eksekusi animasi seperti Justice League : War atau Son of Batman, suasana Arkham Universe itu jadi tidak terasa.

Batman Assault on Arkham

Berbeda dengan animasi Batman lainnya, Batman : Assault on Arkham sepertinya diperuntukkan untuk remaja, karena selain ada adegan soft nudity, mild sex scene, beberapa adegan juga menghadirkan blood dan violence yang lumayan kasar. Tentunya hal ini jauh berbeda dengan game Arkham Universe yang walaupun disajikan dengan suasana gelap namun tetap menjaga rating-nya. Rating yang agak dewasa ini justru bagi penulis malah membuat suasana Arkham Universe semakin kabur, walaupun mungkin diharapkan unsur-unsur ini dapat meningkatkan rate animasi ini.

Overall, untuk sebuah animasi Batman, Batman : Assault on Arkham ini memberikan warna lain dengan menitikberatkan pada sudut pandang para supervillain. Namun karena mendompleng nama Arkham Universe, jujur saja, animasi ini cukup merusak nama baik Arkham Universe itu sendiri.


SHARE
Previous article20 Fakta Tentang Indonesia Yang Mungkin Tidak Anda Tahu
Next articleDNNC 2014: Akhirnya Indonesia Mempunyai Wakil untuk Ajang DragonNest World Championship 2014
Toto yang merupakan pemerhati dunia komik dan game ini pernah menjalani karier sebagai editor buku anak selama 3 tahun. Bekerja dalam dunia anak membuat jiwa mudanya selalu ada dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, orang yang melanjutkan karier nya sebagai perancang pameran ini suka bereksplorasi seni melalui tulisan dan gambar (desain), yang kebanyakan terinspirasi dari berbagai komik dan game kesukaannya.