Kamu Yang Balik Dari Kuliah di Luar Negeri Pasti Merasakan Ini

Kamu yang pernah kuliah diluar negeri memang beruntung. Selain lebih mudah diterima bekerja di perusahaan multiinasional nan mapan, ijasah mentereng dari perguruan luar negeri bakal bikin calon mertua klepek klepek. Apalagi kalau lulusan perguruan tinggi top, wuih…rasanya perusahaan seluruh Indonesia bakalan melamar kamu jadi karyawannya.

Namun percayakan kamu, walaupun memiliki banyak keistimewaan, menjadi lulusan luar negeri itu tidak selalu membuat hidupmu lebih mudah di Indonesia. Apa sih yang mnjadikan hidup lulusan luar negeri bahkan lebih menantang ? Hal apa sih yang menjadikan kamu tidak selalu memiliki keunggulan kompetitif ?.


1

Tidak ada Yang Tahu Nama Perguruan Tinggimu


bingung

Setiap kali ditanya orang kuliah di mana dulu, alih alih menjawab nama perguruan tinggi kamu pasti menyebut nama negara. Ya kan ?! Hal ini kamu lakukan karena tidak semua orang tahu nama perguruan tinggi kamu. Kalau kamu lulusan perguruan tinggi terkenal di Indonesia, pasti semua tahu misalkan UI, ITB atau ITS. Bahkan jika perguruan tinggi kamu masuk di Top 50 dunia, sebut saja Yale atau Purdue pasti orang akan mengernyitkan dahi jika kamu sebutkan nama nama tersebut.

Padahal, seperti di Indonesia, di luar negeri itu perguruan tinggi yang bagus dan jelek itu kualitasnya bak bumi dan langit. Kamu yang beruntung kuliah di perguruan tinggi terbaik dunia juga pasti merasakan iklim kompetisi yang luar biasa ketat sehingga sangat membedakan kualitas kamu dengan yang lain. Nah…sebagai persiapan ada baiknya kamu bawa kemana mana cetakan ranking perguruan tinggi dunia dari webometric atau Times Higher Education untuk jelaskan seberapa kerennya perguruan tinggi mu.


2

Kamu Minim Koneksi..Dan Sulit Bikin Yang Baru


minim koneksi

Beda dengan lulusan perguruan tinggi di dalam negeri yang punya kenalan di semua instansi. Kamu yang kuliah di luar negeri pasti gak punya kenalan sapa sapa. Mau ngurus surat di kementerian ini –gak ada kenalan. Mau bidding di BUMN–sami mawon, gak ada kenalan. Memang sih, minimnya kenalan yang kamu punya tidak berarti dirimu tidak bisa berkembang.–tapi tentu, membina hubungan setelah lulus kuliah lebih sulit daripada sedang kuliah bareng.

Jeleknya lagi, lamanya menjalani studi di luar negeri menjadikan cara bergaulmu gak up to date. Kamu jadi seperti alien kalau memulai perkenalan dengan orang baru, bahkan kadangkala kamu gunakan basa basi yang gak umum di Indonesia seperti urusan cuaca cerah dan pakaian. Aneh banget loh kalau kamu bahas cuaca cerah di Indonesia.


3

Bahasa Inggrismu Memburuk,..dan Bahasa Indonesiamu Juga Kacau


bahasa inggris kacau

Semakin lama kamu balik ke  Indonesia, bahasa Inggrismu akan semakin memburuk….sampai pada titik tertentu kamu campur adukkan antara pengucapan Indonesia dan Inggris. Di sisi lain–bahasa Indonesiamu juga kaku–sering ada kata kata yang lupa dan terpaksa diganti pakai bahasa inggris, memang sih kalau kata kata nya gak ada padanannya itu jadi keren..misal abstentious atau gedankenexperiment. Tapi lucu kalau kamu gunakan pada kata kata yang biasa aja misal–buang waktu, tapi kamu memilih pakai kata inggrisnya yaitu procrastinate…males banget kan.

Parahnya, kamu akan mengalami hal ini berbulan bulan…kalau tidak bertahun tahun. Semakin lama waktumu dihabiskan di luar negeri, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari keterbatasan ini.


4

Ijasah Bachelor-mu Bisa Disetarakan D3


penyetaraan ijasah

Kalau kamu berminat untuk bekerja di institusi pemerintah atau bahkan mengajar di perguruan tinggi. Ijasah mu tidak langsung bisa dipakai loh, harus ada proses penyataraan yang dilakukan di Ditjen Dikti. Ide dari penyetaraan ini sebenarnya bagus, singkatnya pemerintah Indonesia ikut mengakui pencapaian akademik kamu di luar negeri. Setelah disetarakan Dikti ijasah kamu bakalan diakui dimana saja di Indonesia.

Kacaunya, kalau kamu cuma kuliah selama 3 tahun dan mendapat gelar bachelor (mestinya setara S1). Ijasah kamu seringnya akan disetarakan dengan D3 di Indonesia. Alasan dari penyetaraan ini sederhana, credit dan lama kuliahmu hanya dianggap setara D3. Memang sih ada beberapa pengecualian, misalkan kalau kamu Bachelor with Honour yang lama studinya 4 Tahun atau ada mata kuliah tugas akhir. Tapi untuk banyak kasus lulusan bachelor 3 tahun akan disetarakan dengan D3.


5

Kamu Bisa Bingung Gimana Cari Kerja


bingung cari kerja

Boleh jadi gelarmu mentereng dan keminggris, seperti MBA Finance, atau Master of Science tapi, begitu kamu di Indonesia akan mengalami kesulitan yang sama dengan yang bergelar biasa saja. Yap, kamu harus cari kerja– itulah intinya kamu kuliah jauh jauh diluar negeri kan?. Kecuali kalau keluargamu konglomerat atau punya bisnis yang super sukses. Intinya kamu masih harus bersaing dengan banyak orang dalam mendapatkan pekerjaan.

Repotnya lapangan pekerjaan di Indonesia itu gak selalu cocok dengan bekal ijasah yang kamu miliki, banyak lowongan yang tidak secara eksplisit mencantumkan kualifikasi pendidikan (jurusan?) yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan kamu harus bertanya ke perusahaan pemberi lowongan kalau jurusanmu gak ada di daftar mereka. Belum lagi kalau memang mereka kurang paham kamu itu kuliah apa–bisa bisa kamu harus jelasin dengan mendetail tanpa ada jaminan kamu bisa daftar.

Yang terburuk ada di rekrutmen PNS, kalau kamu lulusan luar negeri, GPA mu kan tidak selalu dalam skala 4. Beberapa negara malah membalik skalanya, GPA rendah itu yang bagus. Kalau IPK/GPA mu tidak dalam format Indonesia dan kamu tidak mengurus penyetaraan nilai dari Atdikbud, kubur jauh jauh impian jadi PNS tahun ini.


6

Kamu Harus Lupakan Reuni dan Acara Wedding


wedding crasher

Salah satu kebahagiaan kita adalah jika ketemu sama temen lama kuliah dulu. Banyak sekali cerita lama yang biasanya mendadak segar kembali disana, bahkan kadang cinta lama juga bisa bersemi kembali. Nah kalau kamu lulusan luar negeri, kemewahan itu akan sulit sekali ditemui, kalaupun ada alumny day hampir gak mungkin kamu bisa datang kesana, kecuali disambi urusan yang lain.

Padahal di alumny day ini biasanya tercipta networking yang kadangkala mengantarkan bisnis kamu mendapatkan peluang baru. Biasanya kamu yang lulus dari luar negeri maksimal jadi obat nyamuk kalau bareng sama pasangan datang ke acara alumninya.


7

Kamu Dicap Anak Orang Kaya


anak orang kaya

Bagi lulusan luar negeri yang memilih untuk jadi pekerja kerah putih. Kolega kamu biasanya memperlakukan kamu jadi anak orang kaya. Perlakuan ini tidak ada salahnya sih, tapi kalau sampai merendahkan kamu–hanya karena ortu bayarin kuliah mu, pasti nyebelin banget. Dengan dicap anak orang kaya ini kamu juga sering jadi sasaran kecemburuan dari rekan mu, apalagi kalau hasil kerjaanmu dipuji oleh Boss.

Lagipula walaupun kamu lulusan dari luar negeri, belum tentu juga dibayarin ortu, bisa jadi kamu dapat beasiswa dari beberapa lembaga penyedia beasiswa. Tapi tetep saja, stereotip anak orang kaya gak akan lepas dari dirimu. Stereotip ini yang kadangkala bakalan merepotkan kamu dalam banyak hal.


SHARE
Previous articleLynda “Wonder Woman” Carter Akan Beraksi Kembali!
Next articleGamers, Mari Songsong Era Kreatif Indonesia