Nintendo Menyerah! Akan Luncurkan Mobile Apps Tahun Depan

Masih ingat di ingatan kita bagaimana mengecewakannya performa Wii U (baca: Penjualan Wii U Jauh Dari Ekspetasi, Nintendo Pangkas Target Hingga 70% dan Wii U Hanya Laku 2.8 Juta Unit, Nintendo Merugi, dan Satoru Iwata Pun Potong Gaji). Beruntung Nintendo punya tabungan IP-IP kuat untuk menyelamatkan konsol terbarunya itu.

nintendomobileimg

Agar bisa survive, Nintendo harus berani keluar dari comfort zone. Zaman telah berubah. Konsumen tak lagi membeli konsol khusus hanya menghabiskan waktu, karena fungsi itu telah terisi oleh kehadiran smartphone dan tablet. Mau tak mau, suka atau tidak, Nintendo harus beradaptasi dengan perubahan zaman ini (baca: Puzzle & Dragons Kini Senilai US $113 Juta, Menjadi Game iOS dan Android Terlaris Dunia dan Pemain Puzzle & Dragons Kini Mencapai 17 juta, Dengan Penjualan US $3.76 Juta Per Hari!).

Beberapa saat lalu, secara mengejutkan, Nintendo merilis Camp Pokemon untuk iOS. Aplikasi mobile ini berisi Pokemon TV, Trading Card Game Online, dan Pokedex. Yang menarik aplikasi ini dibuat oleh The Pokemon Company, salah satu anak perusahaan Nintendo. Rupanya Nintendo mulai tertarik untuk masuk ke ranah apps mobile. Ini adalah bukti bahwa Nintendo pun keluar dari comfort zone.

Camp Pokemon, aplikasi mobile pertama Nintendo
Camp Pokemon, aplikasi mobile pertama Nintendo

Nintendo bahkan telah berencana untuk mengusung deretan avatar Mii dari Wii U dan 3DS ke smartphone dan tablet tahun depan. Apps yang diberi nama Mii App ini kemungkinan akan menjadi semacam companion app bagi pengguna Wii U dan 3DS agar bisa melihat karakter Mii dari pemain lainnya.

Saat ini sebetulnya sudah ada aplikasi Miiverse di Google Play. Namun aplikasi ini sesungguhnya bukan Miiverse resmi garapan Nintendo. Aplikasi ini dikembangkan oleh fans untuk fans, yang menyajikan rangkuman review user. Yang jadi pertanyaan sekarang, seperti apa sih Mii App yang sedang dikembangkan Nintendo? Akankah hanya bersifat promosional, atau lebih melengkapi pengalaman bermain, layaknya Camp Pokemon kemarin, dengan koleksi mini game, walkthrough, kumpulan guide, dan lain sebagainya?

Ketertarikan Nintendo pada aplikasi mobile memang sudah diketahui sejak dulu. Namun Sotaru Iwata, sekalu Presiden Direktur Nintendo, mengkhawatirkan kehadiran aplikasi mobile buatan Nintendo yang bisa merusak pasar handheld. Apalagi jika Nintendo mem-port game-gamenya ke smartphone dan tablet. Jadi bisa disimpulkan bahwa aplikasi-aplikasi mobile Nintendo lebih bersifat sebagai pendukung. Setidaknya untuk sementara ini…

Jangan berharap yang seperti ini dulu deh...
Jangan berharap yang seperti ini dulu deh…

Mengingat Nintendo mulai keluar dari zona nyaman, mungkinkah langkah mereka selanjutnya adalah menghapus region lock di Wii U dan 3DS? (baca: Nintendo Akan Cabut Region Lock dari Wii U dan 3DS?). Atau mungkin hal itu akan diterapkan di konsol terbaru mereka? (baca: Nintendo Siapkan Penerus Wii U dan 3DS, Nintendo Fusion).


SHARE
Previous articleAngry Birds Kini Hadir di Line Rangers
Next articleTeaser Poster Terbaru Marvel Comics: Everything Ends
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.