X-Jo, Sutradara Garuda Superhero: “Jangan bandingkan dengan Hollywood!”

garudaposter

Putaar Film baru saja merilis film Garuda Superhero di jaringan 21 Cineplex Indonesia. Ini adalah sebuah prestasi yang perlu dibanggakan, karena Garuda menjadi film superhero Indonesia pertama yang hadir maksimal dengan teknik CGI (Computer Generated Imagery).

Konon, film ini menggunakan tenaga sembilan ahli CGI Indonesia asli. Tidak ada yang impor! Proses syutingnya sendiri memakan waktu dua tahun, setelah sebelumnya berjuang selama 10 tahun untuk mewujudkan film ini.

Baca: Garuda Superhero, Pahlawan Super Baru Asal Indonesia!

Teknik CGI digunakan hampir di semua aspek film. Mulai dari robot, senjata canggih, sampai kota futuristik. Kita bisa lihat cuplikannya di trailer berikut:

X-Jo, Sutradara Garuda Superhero: “Jangan bandingkan dengan Hollywood!”

"Itu Superman baru buka baju sudah lengkap kostumnya itu enggak ada yang protes!"

Abaikan

Menyikapi artikel sebelumnya [baca: Kumpulan Adegan Yang “Dipinjam” Garuda dari Film Lain] yang mendapat begitu banyak respons dari citizen Duniaku, saya mencari tahu apa yang ada di benak X-Jo, Sutradara Garuda Superhero, ketika mengerjakan film ini.

xjo
X-Jo, Sutradara Garuda Superhero

Pendapat X-Jo tentang Garuda identik dengan superhero Hollywood

garuda01

“Jangan bandingkan kita dengan Hollywood. Hollywood itu sudah mulai sejak lama, sedangkan kami baru lahir. Yang harus dicatat adalah kami merupakan lokomotif film bergenre superhero yang menggunakan CGI secara penuh. Ini sepenuhnya adalah produk anak bangsa, dari tim depan layar sampai belakang layar,” begitu kata X-Jo, seperti yang dikutip dari detik.com.

“Dengan lahirnya Garuda Superhero, semoga kami bisa ‘manas-manasin’ rumah produksi lain untuk menggarap film serupa. Indonesia punya banyak stok superhero untuk diproduksi, Godam Manusia Besi, Aquanus, Pangeran Mlaar yang baru sebatas ada di komik,” tambahnya.

Baca juga: Gundala, Legenda Superhero Indonesia!


Pendapat X-Jo tentang film superhero Indonesia

garuda

“Bikin film superhero di Indonesia itu susah banget dan selalu menemui kendala ketika bertemu produser. Ada juga sih yang coba buat tapi pupus di tengah jalan karena terkait persoalan dana dan SDM,” ujarnya pada 21cineplex.com.

“Sekarang ‘Garuda Superhero’ menjadi tolak ukur paling bawah. Siapapun yang nanti memproduksi film superhero seperti ini, harus bisa di atas kami,” tandas X-Jo, seperti dikutip dari detik.com.

Baca juga: Gundala akan Ditayangkan 2016, Bareng 4 Superhero Marvel dan 2 DC


Pendapat X-Jo terhadap kritik-kritik seputar Garuda

garuda02

“Tidak apa-apa, saya terima kalau dibilang tidak bagus (tidak disukai penonton). Tapi setidaknya saya sudah mulai, saya berharap nanti ada sutradara lain yang lebih bagus dari saya. Biasanya Indonesia kalau ada yang pelopori pasti akan diikuti,” begitu ujarnya, seperti yang dikutip dari Republika.

“Itu Superman baru buka baju sudah lengkap kostumnya itu enggak ada yang protes. Itu kostum yang paling sulit Spiderman ternyata yang bikin neneknya itu enggak ada yang protes. Coba saya yang buat film atau Hanung belum apa-apa sudah diprotes!”

Sedangkan di Kompas, X-Jo mengutarakan harapannya. “Biasanya di Indonesia kalau sudah ada yang buat bakal ada gerbong-gerbong yang menyusul. “Ah ngene tok aku juga bisa”, nanti akan ada film serupa yang lebih bagus. Harapannya itu.”

Baca juga: Yuk Kenali 10 Superhero Klasik Indonesia Ini!


Di jagad Facebook, saya juga menemukan sebuah review Adhitya Daniel, yang sedang trending. Apakah ini mewakili perasaan penonton lainnya setelah keluar dari bioskop?

Baca juga: Sudah Nonton Garuda Superhero? Nih, Pendapat Netizen Indonesia

Sayangnya saya sendiri belum berkesempatan untuk menonton film ini. Saat ini terlalu banyak film Indonesia bagus yang tayang di bioskop. Ada Merry Riana, Assalamualaikum Beijing, dan tentu saja Pendekar Tongkat Emas [baca: Pendekar Tongkat Emas, Film Silat Indonesia Paling Serius dengan Biaya 25 Miliar Rupiah!]. Setelah menontonnya nanti, semoga saya bisa menuliskan review yang akurat.

Sukses terus untuk X-Jo dan Garuda. Tetap semangat!

Sumber gambar: 21 Cineplex


SHARE
Previous articleThe Avengers: Age of Ultron Trailer #2: 7 Hal Yang Perlu Kita Bahas
Next articleWWE Immortals, Game WWE Rasa Injustice
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.