Serunya Bikin Game 48 Jam ala Developer Bali dalam GGJ 2015!

GGJ 2015 Bali
Registrasi Ulang GGJ 2015 Bali

Bali termasuk satu dari tujuh kota yang kali kedua menyelenggarakan Global Game Jam (GGJ) 2015 tahun ini. Sama seperti tahun lalu, GGJ 2015 Bali dilaksanakan di STMIK Primakara dengan diikuti 35 peserta yang dibagi menjadi enam tim dengan anggota lima hingga enam orang untuk setiap timnya. Rangkaian acara GGJ 2015 Bali sendiri dimulai pada hari Jum’at 23 Januari 2015 pukul 13.00 WITA dengan dibuka oleh sambutan  Agus Swastika selaku ketua STMIK Primakara, diikuti Kadek Sudiartha selaku ketua Gamedev Bali yang menjelaskan kepada para peserta mengenai Global Game Jam.

GGJ 2015 Bali
Peserta
Salah satu sesi sharing yang diisi oleh Eric Sanjaya
Salah satu sesi sharing yang diisi oleh Eric Sanjaya

Sama seperti Surabaya, Bali juga memulai rangkaian acara GGJ 2015 dengan menghadirkan beberapa pembicara yang mengisi sesi sharing. Pertama ada Putu Sudiartha (Bamboo Media) yang membahas materi tentang Monetizing in Game. Kemudian dilanjutkan dengan Leonard Papilaya (Jeemba Games) yang membahas tentang Fun Game Design, serta Eric Sanjaya (Gelli Studio) membahas tentang Game Technology. Sesi sharing terakhir diisi oleh Hendri Salim (GamesInAsia) yang membahas materi tentang Pitching to Media. Yang menarik sesi sharing ini ditutup dengan peniupan lilin kue tart kejutan dalam rangka satu tahun STMIK Primakara yang sudah mendukung dan menjadi sponsor gamedev Bali dalam setiap kegiatannya.

GGJ 2015 Bali
Leonard Papilaya
Kejutan kue tart untuk STMIK Primakara
Kejutan kue tart untuk STMIK Primakara

Selanjutnya, panitia memimpin pembentukan tim yang akhirnya terbentuk 6 tim yang masing-masing berisi lima hingga enam orang. Setelah panitia memutar video keynote dan pengumuman tema GGJ 2015 ini, What do We Do Now? maka para peserta pun memasuki ruangan dan bersiap untuk nge-jam selama 48 jam penuh sampai hari Minggu 25 Januari 2015 kemarin.

GGJ 2015 Bali
Mulai nge-jam!

duniaku-ggj2015bali-2

Keseruan GGJ 2015 Bali kembali berlanjut hari kedua, dimana di pagi hari peserta melakukan senam Pramuka bersama untuk menjaga kesehatan. Lucunya, yang menjadi instruktur senam ini adalah sebuah video YouTube, karena para peserta tidak ada yang hafal dengan gerakan-gerakan senam tersebut. Apalagi saat video buffering, peserta pun ikut-ikutan buffering juga! Penasaran dengan serunya senam bersama ini? Simak rekamannya berikut ini!

Senam pagi
Senam pagi dengan instruktur YouTube!

Pasca senam bersama, peserta pun melanjutkan aktivitas nge-jam untuk mempersiapkan materi sore harinya, karena panitia merencanakan sesi playtesting dan presentasi prototype dari masing-masing game yang dibuat oleh tim. Rangkaian acara GGJ 2015 Bali ditutup dengan presentasi karya pada hari Minggu, 25 Januari 2015 yang tidak kalah seru dibandingkan acara nge-jam-nya. Gusti Putu Aditya selaku ketua panitia GGJ 2015 Bali mengungkapkan meskipun jumlah peserta tidak mencapai kuota yang mereka targetkan, namun panitia puas dengan kemeriahan peserta yang datang. “Kita bener-bener gak nyangka, walaupun cuman 35 orang ini tapi bisa jauh lebih rame, heboh dan rusuh dari ekspektasi kami kalo yang dateng 50 orang kalo penuh,” ungkapnya saat dihubungi oleh Duniaku.net.

duniaku-ggj2015bali-3
Ada yang tepar, ada yang masih serius nge-jam
Sesi playtesting dan presentasi prototype
Sesi playtesting dan presentasi prototype

Ingin tahu serunya sesi presentasi dan game-game yang dihasilkan oleh para developer game Bali ini? Tunggu artikelnya di Duniaku.net!

[Foto-foto oleh panitia GGJ 2015 Bali]


SHARE
Previous article18 Hal Yang Sering Kamu Temukan di Jalan Raya
Next articleKata-kata Bijak Entrepreneur yang Bakal Semangatkan Harimu
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.