Aturan Baru, Orang Tua Didenda Jika Anak Main Handphone Kelamaan!

South Korea Earns Samsung Electronics

Tiap tahun selalu saja bermunculan game-game baru tanpa habis. Apalagi saat datangnya era Android dan Iphone, game gratisan sangat mudah ditemukan dan diakses oleh banyak orang, terutama anak-anak. Nah ketakutan terbesar bagi Pemerintah Taiwan sepertinya datang dari game-game smartphone yang semakin merajalela ini. Anak-anak dianggap terlalu banyak menghabiskan waktu mereka dengan layar kecil penuh warna ponsel dengan berjubel game-nya. Seperti yang diberitakan ETTV Jumat lalu bahwa badan legislatif, DPR kalau di Indonesia, menyetujui peraturan baru yang mengharuskan orangtua membayar denda bagi anak-anak mereka yang berumur di bawah 18 tahun yang bermain alat elektronik lebih dari waktu yang diperbolehkan. Denda maksimalnya bisa mencapai $1595, kira-kira 19 jutaan. Wah!

denda

Dikutip dari para ahli kesehatan, pemerintah Taiwan yang akan memberi batasan anak-anak menggunakan peralatan elektronik mereka. Di Taiwan peralatan semacam ini disebut Produk 3C. Salah satu isi peraturan tersebut, yakni “orangtua dari anak-anak yang menggunakan peralatan elektronik mereka di atas waktu yang wajar akan didenda antara 10,000 New Taiwan Dollar hingga 50,000 NTD.” Dorongan peraturan baru ini ternyata didasarkan dari tayangan mengenai video games dan gaming di ponsel mobile. Video ini saat akan saya cek ternyata telah dihapus oleh pengunggahnya. Mengenai batasan waktu yang ditentukan, menurut ahlinya, anak-anak yang berumur di bawah 2 tahun sudah seharusnya tidak diperbolehkan menggunakan alat-alat elektronik ini. Sedangkan anak-anak yang berumur antara 3 hingga 18 tahun harus dibatasi hanya 30 menit saja.

Aturan Baru, Orang Tua Didenda Jika Anak Main Handphone Kelamaan!

Taiwan dikenal sebagai produsen alat-alat elektronik. Tetapi aturan baru untuk anak-anak Taiwan membatasi aktifitas mereka dengan peralatan elektronik. Efektifkah?

Abaikan

Nah di atas merupakan salah satu video berita yang memperlihatkan salah satu wanita yang diwawancarai mengenai peraturan baru tersebut. Wanita ini berpendapat bahwa aturan tersebut tidak mungkin dipaksakan dan telah melanggar privasi pribadi. Wanita kedua yang sedang menggendong anaknya berpendapat bahwa aturan tersebut sudah benar, tetapi bagaimana pemerintah memaksakan aturannya atau bagaimana mereka tahu seberapa lama anak-anak aktif di depan alat-alat elektronik, kedua hal itulah yang membuatnya ingin tahu bagaimana Taiwan mengaplikasikannya. Nah yang terakhir diwawancarai merupakan seorang dokter mata, yang mengatakan bahwa semenjak membludaknya teknologi ponsel pintar dan tablet, jumlah operasi mata juga meningkat. Dokter ini percaya bahwa kalau kondisi seperti sekarang dibiarkan berlanjut, banyak orang akan memiliki masalah penglihatan di masa depan. Bagaimana menurut citizen? Indonesia apakah harus demikian? Mirip dengan di Jepang sendiri yang dikenal juga sebagai produsen game terbesar tetapi memberlakukan hari tanpa video game, khusus Hokkaido. [baca: Loh, Sebentar Lagi Ada Hari Tanpa Video Game…]

sumber: Kotaku


SHARE
Previous articleCast All-Female Ghostbusters Diumumkan!
Next articleEkspansi Pertama Guild Wars 2, Heart of Thorns Menawarkan Lebih Banyak Tantangan
Penulis berbagai macam tema, mulai dari anime, game, kucing, Naruto, Dragon Ball, meme, netizen, dan banyak hal lainnya seputar itu.