Intip Suasana Bikin Game 48 Jam yang Kocak di GGJ 2015 Depok!

GGJ 2015 Depok

Depok merupakan salah satu dari tujuh kota yang tahun ini menyelenggarakan Global Game Jam (GGJ) kali kedua setelah penyelenggaraan pertamanya tahun 2014 lalu [baca: Intip Persiapan Depok Sambut Global Game Jam 2015!]. GGJ 2015 Depok diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI), Kampus UI Depok tanggal 23 hingga 25 Januari 2015 kemarin bersamaan dengan kota lainnya. Lokasi penyelenggaraan ini berbeda dibandingkan lokasi tahun sebelumnya, dimana GGJ 2014 Depok diselenggarakan di Code Margonda.

GGJ 2015 Depok diikuti oleh 12 peserta hampir semuanya adalah mahasiswa UI, lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencapai 17 peserta. Namun hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta yang kabarnya separuh diantaranya baru pertama kali mengikuti game jam ini. Sama seperti penyelenggaraan beberapa regional lainnya, rangkaian acara GGJ di Depok diawali oleh dua kali sesi sharing. Pertama ada sesi sharing dari Dicoding Indonesia yang memperkenalkan diri sambil membuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin tahu lebih banyak.

Mega Denditya, Chocoarts
Mega Denditya, Chocoarts

Kedua, ada sesi sharing dari Chocoarts yang diwakili oleh CEO-nya, Mega Denditya. Mega banyak bercerita mengenai pengalaman Chocoarts mulai dari awal terbentuk hingga mengembangkan Almightree yang baru dirilis tahun lalu, serta beberapa bocoran game yang tengah dikembangkan saat ini. Selain itu, karena Mega juga merupakan alumni dari Fasilkom UI, maka Mega juga sedikit sharing beberapa pengalaman saat kuliah. Tak lupa juga Mega memberi beberapa tips dan trik untuk mengikuti game jam, dan apa saja yang harus dihindari selama melakukan game jam. Seharusnya, ada satu lagi sesi sharing dari Arsanesia. Namun karena terjadi sedikit miskomunikasi, sesi sharing dari Arsanesia akhirnya urung dilaksanakan.

duniaku-ggjdepok-3

Dari 12 peserta yang datang, akhirnya terbentuk tiga tim yang semuanya menarget ke platform mobile. Selain aktivitas nge-jam selama 48 jam hingga hari Minggu, ada beberapa kisah menarik dan kocak dari para jammer di Depok. Beberapa diantaranya adalah pizza yang sudah habis di depan pintu (padahal awalnya mau dimakan saat sesi presentasi!) dan “penipuan” Tongsis alias Tongkat Narsis saat membuat hello video seperti di bawah ini!

Ardhan Fadhlurrahman selaku panitia mengaku, meskipun acara dan jumlah peserta Depok tidak sesuai dengan ekspektasi panitia (dimana peserta yang awalnya terdaftar ada 19 orang), namun panitia cukup merasa puas atas antusiasme peserta. “Walaupun tidak sesuai ekspektasi, tetapi acaranya Alhamdulillah berjalan lancar. Pesertanya pun tampak antusias dan ide idenya kreatif, dan tidak takut mencoba eksperimen sesuai dengan tujuan Global Game Jam,” ungkap Ardhan saat dihubungi oleh Duniaku.net pasca GGJ 2015 usai.

duniaku-ggj2015depok-4

duniaku-ggj2015depok-6

Sukses terus untuk developer game di Depok! Semoga tahun depan bisa menyelenggarakan GGJ yang lebih meriah dibanding tahun ini!

[Foto-foto oleh komunitas developer game Depok]


SHARE
Previous articleKim Jong Un Akan Datangi Indonesia!!
Next articleLoh, Sebentar Lagi Ada Hari Tanpa Video Game…
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.