Terbukti, Seharusnya Dragon Ball Tamat Setelah Arc Frieza!

Dragon Ball Tamat Arc Frieza

Frieza adalah sang raja galaksi yang pada masanya begitu sulit untuk dikalahkan oleh Son Goku dan teman-temannya. Butuh pengorbanan nyawa Krillin sebelum akhirnya Goku memanas dan meledakkan amarahnya dalam wujud Super Saiya! Pertarungan Goku melawan Frieza bisa jadi merupakan salah satu yang paling seru. Tapi apa kamu rela kalau cerita Dragon Ball tamat hanya sampai di situ saja?

Setelah Frieza mati, muncul Cell yang jauh lebih kuat dan sampai menghabisi nyawa Goku selama-lamanya. Err, walaupun akhirnya tetap bisa kembali dengan tambahan lingkaran halo di atas kepalanya, sih. Gohan yang mengamuk saat itu sukses membalas dendam ayahnya dengan melenyapkan Cell dalam wujud Super Saiya 2. Gohan kemudian tumbuh dewasa dan hidup damai bersama keluarganya… sampai diadakannya turnamen Tenkaichi Budokai yang menjadi titik awal menuju teror Buu.

Buu, yang lagi-lagi punya kekuatan jauh melebihi Cell (apalagi Frieza), membuat Gohan tak berdaya. Di situlah keseruan fusion Gotenks (Goten plus Trunks) dan Vegito (Vegeta plus Goku) dibutuhkan! Jadi, bagaimana kalau tiba-tiba sekarang sang kreator Dragon Ball sendiri menganulir semua kisah setelah arc Frieza?

Dragon-Ball-New-Project-3

Raja Galaksi Mati, Dragon Ball Tamat?

Adalah Kazuhiko Torishima, eks-editor Akira Toriyama di Shonen Jump dan kini memimpin Shueisha, yang membenarkan hal tersebut dengan pendapatnya. Baru-baru ini, komedian Kendo Kobayashi mewawancarainya untuk berita bertajuk Livedoor News. Saat ditanya opini mengenai waktu yang menurutnya paling tepat untuk Dragon Ball tamat, jawabannya adalah, “Tentu saja seharusnya semua selesai di arc Frieza.”

Torishima juga menambahkan pendapatnya bahwa Akira Toriyama mungkin bisa membuat serial populer ketiganya jika Dragon Ball tamat pada arc Frieza. Seperti diketahui, Toriyama berhasil mencapai puncak kejayaannya pada Dr. Slump dan diikuti Dragon Ball. Setelah menyelesaikan Dragon Ball, dia terus-menerus gagal dengan komik hasil ciptaannya. Judul-judul kreasinya setelah itu: Jaco the Galactic Patrolman, Blue Dragon ST, Sand Land, Kajika, dan Cowa!; sebagian besar hanya berakhir dengan 1 volume buku.

Namun, bagaimana pendapat para pembacanya mengenai hal ini? Bagi mereka yang sering lalu-lalang di fandom Dragon Ball, spekulasi dan asumsi ending yang seharusnya terwujud di arc Frieza memang bukan sesuatu yang baru lagi. Dragon Ball jelas meraup sukses yang luar biasa dahsyat dan menyebabkan produksinya diperpanjang.

Sudah rahasia umum bagi para fans Dragon Ball jika seharusnya Dragon Ball tamat saat Goku benar-benar mengalahkan Frieza dan seharusnya tewas dalam ledakan Planet Namek. Tuntutan perpanjangan cerita kemudian menghasilkan arc Cell dan lain-lainnya. Kalau begini memang tidak heran kenapa Frieza menjadi musuh yang dipilih pada film teranyar Dragon Ball. Dragon Ball harus betul-betul tamat “di tangan” Frieza!

frieza dragon ball z_www.wallpaperhi.com_98

Tetapi, beranggapan demikian bukan berarti lantas pembacanya setuju dengan suara bulat mengenai cara Dragon Ball tamat yang diungkap sang mantan editor. Apakah kamu sendiri puas jika serial legendaris ini berakhir tanpa hadirnya Goten dan Trunks? Tanpa tampilan Super Saiya yang makin dahsyat (sekaligus nyeleneh)? Atau ada alasan lain?

Sumber: Kotaku


SHARE
Previous article7-Eleven Jual 3D Maneuver Gear ala Attack On Titan
Next articleReview Game of Thrones: Episode The Dance of Dragons
Wanita yang jatuh cinta pada game sejak tahun '90-an ini pernah dijuluki Dewigim sewaktu SMA. Selain punya hobi simpang siur antara game, anime, manga, dan dorama, dia juga memiliki ketertarikan akut pada musik video game. Berkarir di dunia game publishing selama 2 tahun terakhir diyakininya sebagai passion seumur hidup.