Dipikir Ikuti Ujian Chunin Calon MABA Ini Pede Pasang Gambar Naruto!

Gambar-Naruto-Ridwan-1

Untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, biasanya ada berbagai tahap yang mesti dilalui para siswa lulusan kelas tiga SMA sebelum diterima menjadi mahasiswa. Salah satunya dengan mengikuti ujian tertulis.

Nah, supaya terdaftar sebagai peserta ujian, biasanya calon mahasiswa diharuskan untuk mendaftar langsung ke kampus yang bersangkutan atau supaya lebih mudah, kamu juga bisa mendaftar melalui online. Setelah berkas dinyatakan diterima, baru deh nomor peserta keluar, kamu tinggal menunggu sampai waktu pelaksanaan tes. Gampang kan?

Tapi bukan berarti caranya gampang, kamu jadi bisa main-main pada tahap ini ya? Salah-salah, uang pendaftaran hangus, eh kamu malah nggak bisa ikut ujian. Apes kan?

Kalian yang berdomisili di Bandung, kami yakin pasti mengenal Politeknik Negeri Bandung. Salah satu Politeknik terbaik di Indonesia tersebut baru-baru ini mengadakan Seleksi Mahasiswa Baru, menjadi jalur seleksi dengan metoda ujian tertulis yang diperuntukan bagi seluruh lulusan SLTA. Seharusnya biasa saja, karena diadakan setiap tahun. Namun ada yang menarik dari SMB Polban (Politeknik Negeri Bandung) tahun ini. Salah satu pesertanya bikin heboh, karena dia sengaja menggunakan gambar Naruto pada kartu peserta SMB-nya.

Biasanya, mahasiswa baru akan memberikan impresi yang baik di mata para pengelola tempat dimana dia bakal menjalankan studinya. Namun yang dilakukan calon mahasiswa bernama Ridwan Nurcahya ini di luar kebiasaan, dan mungkin baru kali ini saja terjadi di Indonesia, dan mungkin juga di dunia. Jika biasanya kita memasang foto formal di kartu peserta SMB, maka lulusan SMK Cinta Teknika Bandung ini justru memasang foto karakter anime favoritnya, Naruto di kartu peserta SMB Polban.

Hasilnya, karena kepergok menempatkan foto yang tidak sebagaimana mestinya (setelah foto yang memperlihatkan Ridwan menggunakan gambar Naruto tersebut tersebar ke internal Polban), dia diminta meninggalkan ruangan dan tidak diperbolehkan mengikuti ujian seleksi mahasiswa baru tersebut. Yang bikin jengkel pihak penyelenggara Polban mungkin respon Ridwan saat ditanya kenapa menggunakan gambar Naruto, bukan fotonya sendiri. Seperti tokoh idolanya yang juga sama bandelnya, Ridwan dengan enteng menjawab dengan nada meledek “nggak ada foto lain lagi.” Pihak panitia SMB Polban pun tidak terima dengan kelakuan dan jawaban Ridwan tersebut, dan seketika itu pula panitia SMB Polban memintanya keluar dari ruang ujian.

Bandelnya sama seperti Naruto... atau, jangan-jangan Ridwan ini Naruto yang menyamar ya?
Bandelnya sama seperti Naruto… atau, jangan-jangan Ridwan ini Naruto yang menyamar ya?
Ridwan sendiri melakukan pendaftaran ujian melalui registrasi online kampus tersebut. Namun ketika mengisi kolom foto, yang seharusnya diisi oleh fotonya sendiri, Ridwan justru memasukkan gambar Naruto.

Hal ini bisa menjadi pejaran buat kita, agar jangan main-main saat mendaftarkan diri pada sesuatu yang memang penting buat kita, serta agar membaca dengan baik persyaratan selama mengisi form registrasi online tersebut. Ujian masuk ke perguruan tinggi jelas tidak bisa disamakan seperti ujian chunin dalam Naruto, yang mungkin saat itu adalah bayangan Ridwan. Atau memang dia tidak memiliki foto lain selain gambar Naruto? Btw, seharusnya Ridwan menggunakan gambar Naruto dari versi The Last saja, karena terlihat lebih dewasa. Siapa tahu pihak panitia SMB justru meloloskannya… hehe!

Selain itu, kejadian ini juga bisa menjadi pelajaran bagi pihak panitia atau admin SMB Polban, agar mereka lebih teliti dalam memeriksa foto peserta yang melakukan registrasi online, sehingga tidak terulang kembali keisengan calon mahasiswanya seperti ini.


SHARE
Previous articleTernyata Animasi Dragon Ball Super Tak Sesuper Namanya
Next articleDuniaku Bagi-bagi CBT Key Tree of Savior Indonesia GRATIS!
Penggemar strategy RPG Jepang, serta semua serial Super Robot Wars, yang saat ini masih menjadi kontributor penulis artikel game guide salah satu media game Indonesia. Mulai memburu game-game mobile, dan juga emulator melalui gadget Android, hanya untuk memainkan kembali game-game RPG klasik, yang menurutnya tetap lebih baik dibandingkan game modern.