Insiden Pencegatan Konvoi Moge, Siapa Yang Salah?

moge - dicegat sepeda 2

Ingatkan Patuh Lalu Lintas, Pengendara Sepeda Cegat Moge

Konvoi moge ini dinilai telah mengganggu pengguna jalan lain yang merasa dinomor duakan. Sepakatkah kamu dengan tindakan pengguna sepeda ini?
Baca Juga

Insiden pencegatan konvoi moge yang terjadi beberapa saat lalu sempat menjadi perbincangan hangat netizen. Banyak yang merasa bahwa konvoi moge ini mengganggu.

Erlanto Wijoyono (32), warga Condongcatur, bersama dengan Andika (19), dua orang pengendara sepeda yang dengan nekat mencegat konvoi moge di Perempatan Condongcatur, Sleman. Aksi ini sendiri dilakukan oleh kedua pengendara karena mereka merasa para pengendara moge ini melanggar peraturan lalu lintas dan juga tidak menghormati pengguna jalan lain. Kamu bisa menyaksikan aksi kedua pengendara ini dalam mencegat konvoi moge melalu video di bawah ini:

Insiden Pencegatan Konvoi Moge, Siapa Yang Salah?

Pihak panitia penyelenggara konvoi moge, pihak kepolisian, atau para biker? Yang salah adalah.... /drum rolls

Abaikan

Pembelaan Polri

Begitu video aksi Erlanto dan Andika ini di upload di media sosial, banyak netizen yang mengecam konvoi moge ini. Kebanyakan netizen bahkan menyayangkan polisi yang tampak tidak bertindak apapun untuk menertibkan lalu lintas. Alih-alih demikian, polisi malah mengawal konvoi tersebut, yang mana dirasa aneh oleh banyak netizen dan masyarakat sekitar Jogja . Netizen pun banyak yang menghujat tindakan polisi.

Nah, menanggapi hujatan tersebut, Divisi Humas Mabes Polri melalui Fanspage-nya menjelaskan bahwa konvoi tersebut tidaklah melanggar lalu lintas. Berikut adalah penjelasan dari Divisi Humas Mabes Polri:

Seperti yang bisa kalian lihat diatas, sesuai dengan Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam poin g, bahwa kendaraan konvoi adalah salah satu pengguna jalan yang mendapatkan hak utama. Hal tersebut ditambahkan dengan Pasal 18 ayat (1) UU RI No 2 Th 2002, memberikan hak bagi polisi untuk memberikan jalan kepada kendaraan konvoi moge meskipun lampu merah menyala.

Lebih jauh lagi, Kabid Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti mengatakan bahwa pihak panitia (konvoi moge) telah mengantongi izin dan meminta pengawalan. Pengawalan ini sendiri sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk mengamankan si pemohon pengawalan, tetapi juga pengendara lain di jalan raya dari adanya kegiatan tersebut.

Pasal 134 LLAJ

mogeMelihat pembelaan tersebut, mungkin kita akan bertanya-tanya, apakah tindakan yang dilakukan oleh Pak Erlanto ini salah? Yah, setelah ditelusuri lebih lanjut mengenai Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ poin g, ternyata yang dimaksudkan sebagai “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penangan segera.

Apakah yang dimaksud dengan kepentingan yang memerlukan penanganan segera? Yaitu, Kendaraan untuk penanganan bencana alam, Kendaraan Pengangkutan Pasukan, Kendaraan Untuk Penanganan Huru-Hara, dan Kendaraan Untuk Penanganan Bencana Alam.

Yep, konvoi moge tidak termasuk di dalamnya.

Lanjut ke halaman 2…

1
2

SHARE
Previous articleCosplay Final Fantasy VII Ini Bikin Kamu Gak Sabar Nunggu Versi Remake-nya
Next articleBukan Hanya Tri Rismaharini, Ternyata Mario Teguh Juga Gamer Lho!
Veteran game survival-horror terutama game seri Resident Evil dan Dead Space. Menurutnya, game survival-horror adalah obat terbaik dalam menangani stress (karena ketakutan, jadi lupa sama stress-nya). Selain memainkan game, dia juga gemar mengikuti anime, manga, comic, film dan novel. Saat ini sibuk menulis banyak judul light novel di Wattpad, light novel-nya yang berjudul The Alternative sudah dicetak.