Simon Kinberg Masih Berupaya Membuat Sequel Fantastic Four

Sequel Fantastic Four - 01

Inilah Lima Film Hollywood Terjeblok untuk Musim Panas Ini!

Musim panas adalah momen Hollywood untuk mendulang uang. Tetap saja lima film Hollywood terjeblok ini gagal memanfaatkan momentum tersebut. Apa saja?
Baca Juga
Fantastic Four 2015 adalah film langka yang sulit untuk disukai oleh siapa pun. Kualitas aksi yang buruk, drama yang seadanya, dan adaptasi ngawur memastikan kalau film ini akan sulit disukai penonton awam. Hal ini tercermin juga dari pendapatannya yang sangat buruk. Namun Simon Kinberg, penulis naskah sekaligus produser film ini, masih berupaya membuat sequel Fantastic Four, sesuai jadwal yang ditetapkan Fox!

Seperti yang ditampilkan dalam wawancara beliau dengan MTV, Kinberg tidak berencana merilis reboot dengan karakter-karakter baru. Ia kecewa dengan penghasilan dan kritik yang diterima film ini, namun pada akhirnya ia tetap ingin merilis film baru dengan kumpulan karakter yang sama, melanjutkan apa yang terjadi di film pertama.

“Every time you make a movie, you want to make a great movie. It’s a ton of time and effort you put in. We made that movie in the sweltering heat of summer in Baton Rouge and I was there every day of photography. You’re waking up every morning being like, I want to go make a great movie. It was an opportunity to do that. I do believe there is a great Fantastic Four movie that we’ve made with that cast. So I’m gonna figure out what that is.”

Sequel Fantastic FourBerdasarkan kutipannya di atas, Kinberg sepertinya masih yakin kalau para pemeran utama Fantastic Four mampu menyajikan penampilan yang jauh lebih baik ketimbang yang disajikan di film pertamanya. Namun ia masih harus memikirkan bagaimana cara agar keempatnya bukan hanya bersedia untuk kembali tampil di sequel Fantastic Four, tapi juga bagaimana memanfaatkan mereka di film berikutnya.

Dalam wawancara yang sama, Kinberg juga menyampaikan kekecewaannya terhadap liputan media barat tentang proses produksi Fantastic Four yang bermasalah.

“I’ve been on plenty of happy movies that don’t turn out to be very good movies, I’ve been on a lot of unhappy, difficult sets that turn out to be great movies. There was a lot of attention on the process of making that movie. It’s hard, when you’re making a movie, movies are hard to make. It’s just the reality.”

Harus diakui, salah satu alasan Fantastic Four dibayang-bayangi kualitas buruk jauh sebelum filmnya rilis adalah cerita “horor” mengenai proses produksinya sendiri. Mulai dari kelakuan aneh Josh Trank, bocoran plot yang kontroversial, konflik di balik layar, dan banyak lagi, penonton sudah mendapat bayangan kalau kualitas filmnya pasti akan buruk.

Tapi tetap saja, dengan kualitas film seperti itu, ditutup-tutupinya kejadian waktu produksi hanya akan menunda tanggapan buruk universal dari kritikus dan penonton.

Sequel Fantastic Four - 003Jelas, Fox akan berupaya untuk terus membuat film Fantastic Four, minimal untuk membuat Marvel membayar mahal demi memperoleh kembali properti mereka ini. Tapi apakah sequel Fantastic Four adalah metode yang tepat untuk melanjutkan franchise ini? Sebenarnya sih tidak. Fans sudah begitu keberatan dengan apa yang tersaji di film pertama, hingga satu-satunya pilihan adalah menganggap semua yang terjadi di film pertama tak pernah ada.


SHARE
Previous articleIni Dia Daftar Game yang Dibawa Square Enix di TGS 2015!
Next articleKokaku Kidotai Gekijo-ban, Virtual Reality Bertema Ghost In The Shell
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.