Ayana Taketatsu: Akui Dirinya Otaku yang Mirip Dengan Kirino

ayana taketatsu

Salah satu seiyuu populer, Ayana Taketatsu, yang terkenal dengan perannya sebagai Kousaka Kirino dalam Oreimo dan Azusa dalam K-ON, turut hadir dalam event Anime Festival Asia Singapura 2015 sebagai salah satu artis yang konser di hari Sabtu, 28 November 2015. Kepada Duniakunet, artis yang akrab dengan panggilan Ayacchi tersebut bercerita tentang karirnya sebagai seiyuu.

Q: Kamu beberapa kali berperan sebagai karakter tsundere. Apakah kamu sendiri juga tsundere?

Ayana Taketatsu: Hahaha! Sebagian besar karakter yang saya mainkan memang karakter tsundere, namun di kehidupan nyata ada dua sisi kepribadian saya, yang pertama saya cukup jujur namun terkadang saya juga bisa tsun, misalnya saja ketika ayah saya ulang tahun, saya bersikap sedikit tsundere ketika mengucapkan “selamat ulang tahun, ini ada hadiah untukmu” dan lalu pergi begitu saja.

Q: Bagaimana caramu memerankan Kirino dan menyampaikan emosi dari karakternya?

Ayana Taketatsu: Seperti yang kalian tahu, Kirino adalah otaku dan juga nijigen. Sebelumnya hubungan Kirino dengan kakaknya tidak terlalu baik, namun ketika kakanya menemukan sisi otaku dari Kirino, hubungan antar keduanya membaik dan Kirino juga menunjukkan sisi manisnya pada kakaknya. Dari sana saya berusaha memerankan bagaimana hubungan kakak beradik yang sebenarnya.

Satu lagi, saya sebenarnya juga seorang otaku mirip dengan Kirino, dan apa yang diucapkan Kirino seperti ketika melihat sesuatu yang moe terkadang mirip dengan apa yang saya, sehingga saya bisa memerankannya dengan cukup mudah.

Q: Dari karakter yang sudah diperankan sejauh ini, karakter mana yang menjadi favoritmu?

Ayana Taketatsu: Eeehh?? Saya suka semuanya! Semua karakter yang saya perankan seperti sudah menjadi bagian dari diri saya dan berasa seperti keluarga. Namun dari semuanya, jika disuruh memilih satu, yang paling memorable adalah Azusa Nakano dari K-ON.

Saya sempat datang ke AFA sebelumnya dalam sesi K-ON. Setelah debut saya, saya memiliki banyak kesempatan lainnya sehingga saya berterimakasih untuk itu. Saya juga berkesempatan tampil di event pertama saya yaitu di Yokohama yang mampu menampung 15 ribu penonton. Semua yang saya alami dan semua karakter yang saya perankan itulah yang mampu membuat saya seperti sekarang ini.

Q: Dari semua karakter yang tsundere kamu perankan, peranmu dalam anime Tamayura cukup jauh berbeda dengan peran lainnya selama ini. Bagaimana kamu melakukan audisi untuk peran yang berbeda tersebut?

Ayana Taketatsu: Saya sendiri tidak terlalu tsundere seperti sebagian besar karakter yang saya perankan. Saya juga memiliki sisi lembut, jadi ketika saya pergi audisi, saya melihat diri saya sendiri dan saya memiliki banyak stock kepribadian. Ketika saya pergi audisi, saya melihat karakternya dan kemudian berpikir bagaimana karakter ini seharusnya, lalu kembali melihat diri sendiri dan berpikir sifat dan lingkungan seperti apa yang cocok untuk karakter tersebut. Dan selanjutnya mencoba memerankan karakter tersebut dengan segenap kemampuan saya ketika audisi.

Q: Apa yang membuatmu ingin menjadi seiyuu dan apa yang menyenangkan dari menjadi seorang seiyuu?

Ayana Taketatsu: Ketika masih sekolah, saya sudah bercita-cita menjadi seiyuu. Di rumah saya memiliki saudara laki-laki dan memiliki banyak manga shonen di rumah. Teman-teman saya juga banyak yang suka dengan anime seperti Sailor Moon dan Cardcaptor Sakura. Saya sendiri merasa sangat dekat dengan manga dan anime.

Di masa muda saya, saya berpikir bahwa sangat menyenangkan jika saya mampu menjadi seiyuu dan keinginan tersebut bertambah kuat seiring berjalannya waktu. Alangkah senangnya jika saya bisa bekerja di industri manga dan anime. Suatu hari ketika saya pergi ke perpustakaan sekolah, saya menemukan buku tentang bagaimana menjadi seiyuu. Saya membacanya dan menemukan banyak hal dan dari situ saya tahu akan adanya pekerjaan yang disebut dengan seiyuu. Dari sana, saya memutuskan untuk menjadi seorang seiyuu.

Sedangkan bagian menyenangkan dari menjadi seiyuu adalah banyaknya karakter yang bisa diperankan, seperti karakter yang tua dan yang muda, ataupun karakter yang bukan manusia. Menjadi seiyuu dan mampu memerankan berbagai peran yang berbeda adalah hal yang menyenangkan dari menjadi seiyuu.

Q: Dari karirnya menjadi seiyuu dan juga penyanyi, mana yang menurut kamu lebih penting?

Ayana Taketatsu: Eeeh? Keduanya! Keduanya sama-sama penting! Susah untuk memilih sebab keduanya punya kelebihan masing-masing. Hmmm… Namun menjadi seiyuu adalah awal mula karir menyanyi saya. Jadi keduanya bukan hal yang terpisah, keduanya sama-sama terhubung, dan mampu menyanyi sebagai karakter tersebut adalah cara saya untuk terkoneksi dengan para fans. Dari menyanyi saya bisa tampil di live performance, dan saya bisa bertemu dengan fans saya. Namun bernyanyi bagi saya berbeda dengan ketika saya mengekspresikan diri saya dalam anime, namun lebih mengekspresikan bagian lain dari diri saya. Cukup sulit jika disuruh memilih, karena dari menjadi seiyuu saya bisa memulai karir sebagai penyanyi.

Q: Di bulan Januari kamu akan berperan sebagai karakter utama dalam anime Dagashi Kashi. Bisa cerita sedikit tentang peranmu dan cerita anime tersebut?

Ayana Taketatsu: Dalam Dagashi Kashi saya akan berperan sebagai Shidare Hotaru, yang merupakan anak dari pemilik perusahaan besar. Hotaru terlihat seperti gadis biasa, namun kesukaannya terhadap dagashi (permen Jepang) benar-benar besar dan selalu berpikir cara terbaik untuk memakan dagashi.


SHARE
Previous articleNaruto SUN Storm 4 Menentukan Siapa yang Terkuat, Naruto atau Sasuke!?
Next articleTeman Makan Teman! Xiaomi Redmi Note 3 Dijual, Harga Redmi Note 2 Terjun Bebas!
Merupakan penggemar anime sejak SMP, dan terus berlanjut hingga sekarang bekerja. Belakangan ini suka memperhatikan dan ikut dalam konser-konser dari artis Jepang favorit. Saat ini bekerja sebagai Graphic Designer, yang menurutnya cukup asik dilakukan karena seperti bekerja sambil bermain. Kairi juga seorang gamer dan genre favoritnya adalah RPG. Sebagai salah satu kontributor untuk majalah Zigma dan Omega, menulis merupakan caranya membagi informasi kepada orang lain tentang hal-hal yang disukainya dengan lebih informatif, dari segi pandang seorang penggemar.