Kusrin, Perakit TV Lulusan SD Ini Akhirnya Kantongi Sertifikat SNI

kusrin perakit tv lulusan sd
Kusrin (dua dari kanan) saat menerima sertifikat SNI dari Menteri Perindustrian Indonesia
Setelah perjuangan yang cukup panjang berbulan-bulan dan menghabiskan dana yang tidak sedikit, Kusrin perakit TV lulusan SD ini akhirnya berhasil mengantongi sertifikat SNI dan bisa melanjutkan kegiatan usahanya.

Inilah “Iron Man” Indonesia, Bikin Tangan Robot untuk Bekerja Sehari-hari!

Tawan, si jenius "Tony Stark" dari Indonesia ini bisa membuat tangan robot dari barang bekas untuk membantu pekerjaannya sehari-hari. Salut untuk Tawan!
Baca Juga

Beberapa waktu lalu, mungkin kamu sempat mendengar kabar bahwa Kusrin, sosok lulusan SD yang memiliki usaha perakitan dan penjualan TV terpaksa harus menutup usahanya. Alasannya sendiri sebenarnya cukup ironis, dimana TV buatan Kusrin masih belum memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia alias SNI. Namun, kini Kusrin tentu sudah bisa lega usahanya tidak akan diganggu lagi, karena perjuangannya untuk mendapatkan sertifikat SNI tersebut membuahkan hasil!

Sertifikat SNI ini sendiri diberikan langsung oleh Menteri Perindustrian Indonesia Saleh Husin di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta pada hari Selasa, 19 Januari 2016 kemarin. Seperti dikutip dari Kompas, Kusrin mengaku akibat tidak memiliki sertifikat SNI ini, usahanya pun sempat berhenti kurang lebih delapan bulan. Itulah sebabnya dia kini sudah bisa bernapas lega, karena sertifikat SNI yang menghambat usahanya tersebut kini sudah dikantongi.

Usaha Kusrin untuk mendapatkan sertifikat SNI ini sendiri tidaklah mudah, memakan waktu hampir 7 bulan dan menghabiskan dana sekitar Rp 35 juta. Selama 8 bulan usaha perakitan TV-nya berhenti, UD Haris Elektronika yang dikelola Kusrin di Karanganyar, Jawa Tengah ini hanya menerima klaim garansi dan reparasi bagi pelanggan-pelanggan TV-nya. “Jadi, selama tutup, kami hanya reparasi, omzetnya sehari hanya Rp 15 juta,” ujar Kusrin.

kusrin perakit tv lulusan SD

Kusrin sendiri memberikan rincian Rp 35 juta yang dikeluarkannya untuk mengurus sertifikat SNI ini, dimana Rp 20 juta digunakan untuk membayar pengurusan awal, dan masing-masing Rp 5 juta untuk menguji masing-masing merk yang diajukan. Kusrin sendiri mengajukan tiga merk TV-nya untuk diajukan, antara lain Veloz, Maxreen dan Zener. Kusrin menyayangkan tidak adanya asistensi dari Pemerintah Daerah yang membantunya untuk mengurus sertifikat SNI ini.

Sebelum mendapatkan sertifikat SNI ini, Kusrin sempat diancam dengan hukuman penjara selama enam bulan dan denda Rp 2,5 juta karena sudah melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Barang Standar Nasional Indonesia. Bukan hanya itu, semua TV rakitan dari Kusrin yang berjumlah kurang lebih 118 unit dimusnahkan Kejaksaan Negeri Karanganyar, dan membuatnya menderita kerugian Rp 56 juta.

UD Haris Elektronika yang dipimpin Kusrin ini sendiri merakit tiga merk TV dengan ukuran beragam, mulai dari 14 hingga 17 inch. TV yang dirakit Kusrin ini masih menggunakan tabung, sehingga dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Kusrin mengaku, dalam sehari dia dan juga para pekerjanya bisa merakit hingga 30 unit, dan dipasarkan hingga keluar Solo. Per unitnya, Kusrin membanderol TV rakitannya ini dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 700.000.

kusrin perakit tv lulusan sd

Melihat keahliannya dalam merakit TV ini, mungkin banyak pihak beranggapan bahwa Kusrin mengenyam pendidikan tinggi dalam hidupnya. Ternyata tidak. Kusrin sendiri hanyalah lulusan SD. Bahkan sampai tahun 2009 lalu, dirinya masih berstatus pekerja bangunan, dan belajar merakit TV dari relasinya saat mencari nafkah di Jakarta. Ketika awal merintis UD Haris Elektronika, Kusrin hanya memiliki tiga karyawan yang rata-rata pendidikan terakhirnya adalah SMA.

Semoga apa yang dialami Kusrin ini tidak terulang lagi ke depannya. Pemerintah tentu harus mendukung industri kecil dalam negeri yang kreatif, bukan malah menghalangi dan cenderung menentang. Pasca keberhasilan Kusrin mendapatkan sertifikat SNI ini, ke depannya tentu kita harap akan muncul inovator-inovator lain dari dalam negeri, dengan hasil-hasil karya yang kreatif.

Sumber 1, Sumber 2


SHARE
Previous articleDesain Tsuyu Asui dan Minoru Mineta Untuk Anime My Hero Academia Diperlihatkan!
Next articleBandai Namco Kembangkan Game Dragon Ball RPG Baru Bertema Fusion
Gamer. Otaku. Suka film. Suka melakukan hal-hal yang baru.