Pemerintah Ancam Blokir Facebook, Google dan Twitter Jika Tidak Buka Kantor di Indonesia!

pemerintah blokir facebook,twitter dan google

Pemerintah blokir Facebook, Google, Twitter dan layanan OTT lain apabila mereka tidak berbadan hukum dan berkantor di Indonesia.

Dengan populasi yang sangat besar, Indonesia tentu merupakan salah satu pasar yang sangat potensial bagi perusahaan penyedia konten aplikasi populer dan media sosial (atau biasa disebut sebagai Over The Top/OTT) seperti Google, Facebook dan Twitter. Namun sayang, tidak satupun dari perusahaan tersebut yang memiliki kantor perwakilan dan berbadan hukum resmi di Indonesia. Hal ini pun akhirnya “memaksa” pemerintah turun tangan dengan mengeluarkan kebijakan. Kabarnya, pemerintah akan blokir Facebook, Google, Twitter dan perusahaan OTT lain, kecuali mereka membuka kantor perwakilan dan berbadan hukum di Indonesia.

Tumblr Batal Diblokir Kemenkominfo, Ini Penjelasannya!

Tumblr batal diblokir oleh Kemenkominfo. Apakah karena derasnya desakan para Netizen yang kecewa?
Baca Juga

Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Bambang Heru Tjahjono. Bambang mengungkapkan, bahwa Menkominfo Indonesia, Rudiantara meminta semua penyedia layanan OTT untuk memiliki badan hukum Bentuk Usaha Tetap. “Seperti apa yang disampaikan oleh Pak Menteri bahwa benar mereka diminta kerjasamanya untuk bisa berbadan hukum Indonesia baik melalui joint venture atau kerjasama dengan operator telko,” ungkap Bambang kepada ANTARA News seperti dikutip dari Tempo.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa peraturan baru ini bisa memberikan manfaat bagi negara, salah satunya adalah memberi pemasukan dari pemain asing yang selama ini masih bebas melakukan operasi. Selain itu, dengan berbadan hukum dan membuka kantor perwakilan di Indonesia, Bambang juga berharap para perusahaan OTT tersebut bisa melakukan sensor mandiri terhadap konten bermuatan negatif seperti pornografi, agar kasus seperti Tumblr tempo hari tidak terulang lagi. Mengenai kapan peraturan ini akan disahkan, Bambang menyebutkan masih belum mengetahui kapan karena masih dalam tahap transisi.

pemerintah blokir facebook, google, twitter
Menkominfo Indonesia, Rudiantara

Apa yang diungkapkan oleh Bambang ini memang senada dengan apa yang diungkapkan oleh Menkominfo Indonesia, Rudiantara. Bahkan, Rudiantara sudah memiliki jadwal pasti untuk pelaksanaan peraturan ini, yaitu di bulan Maret 2016 besok. Rudiantara juga menjelaskan beberapa alasan dibalik “paksaan” untuk berbadan hukum dan membuka kantor di Indonesia ini. Pertama, peraturan ini bertujuan untuk melindungi konsumen di Indonesia. “Sekarang kita punya Facebook, Twitter, datanya dipakai apa? Kalau ada penyalahgunaan, mau komplain ke mana?,” ungkap Rudiantara seperti dikutip dari Kompas.

Alasan kedua adalah masalah pajak. Rudiantara menilai, bahwa pajak di dunia digital ini berpotensi besar untuk penerimaan negara. Rudiantara mengungkapkan, dalam tahun 2015 kemarin pemasang iklan dari Indonesia menghabiskan total US $ 850 juta untuk beriklan di perusahaan-perusahaan OTT asing tersebut. Namun, para perusahaan tersebut membayar pajaknya di luar negeri, bukan di Indonesia. “Itu 70 persen dikuasai oleh dua perusahaan digital dunia itu. Mereka bayar pajaknya di luar, tidak fair dong,” lanjutnya.

Pemerintah blokir Facebook, Google, Twitter dan WhatsApp
Kunjungan Jokowi ke Silicon Valley beberapa waktu lalu dan bertemu dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg

Keputusan yang mendadak? Sepertinya tidak. Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi sempat berkunjung ke Silicon Valley untuk mengunjungi perusahaan-perusahaan tersebut. Ternyata, salah satu agendanya adalah untuk mensosialisasikan peraturan baru ini.

Bagaimana menurut kalian, apakah rencana pemerintah blokir Facebook, Twitter, Google dan sejenisnya ini sudah tepat? Sampaikan pendapatmu di kolom komentar ya!


SHARE
Previous articleKemungkinan Terburuk Batman v Superman: Bakal Memecah Belah Fans DC!
Next articleMarvel Bakal “Membunuh” Manusia yang Satu Ini dalam Thor: Ragnarok!
Gamer. Otaku. Suka film. Suka melakukan hal-hal yang baru.