9 Game Indie Keren Jawara Indie Prize 2016 Casual Connect Asia!

Indie Prize 2016

Slashy Hero dan EnigmBox masing-masing memborong dua gelar dalam Indie Prize 2016 Casual Connect Asia!

Indie Prize menjadi satu rangkaian acara yang tidak terpisahkan dari Casual Connect, termasuk Casual Connect Asia 2016 yang sudah berlangsung di Singapura tanggal 17 hingga 19 Mei 2016 kemarin. Ajang ini merupakan sebuah kompetisi developer indie, dimana pemenangnya mendapatkan berbagai macam hadiah dan insentif yang membantu perkembangan studio mereka ke depannya.

Selama tiga tahun berturut-turut (mulai tahun 2013, 2014 hingga 2015) game dari Indonesia selalu masuk dalam nominasi dan minimal membawa pulang satu gelar. Bagaimana dengan tahun ini?

Indie Prize 2016
Suasana Indie Showcase di Casual Connect Asia 2016 kemarin

Casual Connect Asia 2016, Konferensi Game Kasual yang Semakin Mendunia!

Casual Connect Asia 2016 kembali digelar di Singapura. Apa yang membedakan antara gelaran tahun ini dengan tahun lalu? Semeriah apa acaranya?
Baca Juga

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya dalam liputan hari pertama Casual Connect Asia 2016, Indie Showcase tahun ini tampak lebih “mendunia”. Tidak lagi didominasi oleh developer dari Asia dan Australia saja, melainkan banyak developer dari Eropa yang juga ikut serta dalam Indie Showcase. Kualitas game yang mereka kembangkan pun sangat mumpuni, meskipun mereka masih dalam kategori indie. Bahkan, ada juga beberapa game yang hanya dikembangkan satu orang saja, mulai dari game design, art, programming, hingga sound-nya!

Beberapa game juga terlihat sudah mendekati kualitas game AAA buatan developer yang sudah mapan, baik dari segi grafis maupun gameplay-nya. Kehadiran developer-developer dari Eropa ini tentu merupakan nilai positif juga untuk developer di Asia, karena mereka bisa langsung mengukur bagaimana potensi dan kualitas mereka dibandingkan developer indie di Eropa.

Indie Prize 2016

Dan benar saja. Di ajang Indie Prize 2016 ini pun developer-developer dari Eropa memborong cukup banyak gelar. Sebagai informasi, Indie Prize 2016 diikuti oleh 100 game dari seluruh dunia, yang sebelumnya sudah diseleksi dari kurang lebih 350 game yang mendaftar. Ada beberapa kategori baru yang dilombakan, yang sedikit membedakan antara perhelatan tahun ini dibandingkan tahun lalu. Untuk tahun ini, Epam menjadi sponsor utama penyelenggaraan awards ini.

Selain itu, perbedaan lain terletak di waktu penyelenggaraan. Jika di tahun-tahun sebelumnya Indie Prize selalu digelar di malam kedua penyelenggaraan Casual Connect, maka tahun ini Indie Prize digeser penyelenggaraanya di siang hari terakhir. Ada sisi positifnya juga pergeseran penyelenggaraan Indie Prize ini. Salah satunya adalah kini hari ketiga Casual Connect masih ramai seperti dua hari sebelumnya, terutama di Indie Showcase-nya. Tidak seperti tahun lalu, dimana hari ketiga sudah banyak developer yang pulang sehingga menyebabkan banyak meja Indie Showcase yang kosong.

Indie Prize 2016

Sayang, untuk tahun ini developer dari Indonesia gagal mempertahankan prestasi dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada satupun game dari Indonesia yang menjadi pemenang, atau masuk dalam nominasi salah satu kategorinya. Karena tahun ini banyak developer dari luar Asia yang ikut serta, ini menjadi pertanda bahwa developer Indonesia harus meningkatkan kualitas game buatan mereka agar bisa bersaing di tingkat global, bukan cuma di Asia saja. Game dari Indonesia sendiri diwakili oleh empat nama, antara lain Ascender (GameChanger Team), Valthirian Arc: Red Covenant (Agate Studio), ORBIZ (Anoman Studio) dan DayDream: The Beginning (Joyseed Gametribe).

Lantas, siapa saja pemenang dalam Indie Prize 2016 tahun ini? Berikut adalah daftar pemenangnya.

Best Game Audio: The Big Journey (Catfishbox)

Most Innovative Game: EnigmBox (Benoit Freslon)

Best Game Design: Slashy Hero (The Gentlebros)

Best Game Art: Lamia’s Game Room (Digital Crafter)

Most Promising Game in Development: Zombie Rollerz (Zing Games)

Best Game Narrative: Desire (Sylvain Seccia)

Best Multiplayer Game: Captain Strike (JOY Entertainment)

Best Family Game: The Adventure Pals (Massive Monster)

Best Gameplay: Slashy Hero (The Gentlebros)

Best in Show: EnigmBox (Benoit Freslon)

Audience Choice: Tap Summoner (OY Games)

Selamat kepada para pemenang! Untuk developer Indonesia, semoga tahun depan bisa kembali ikut berkompetisi dan berprestasi di Indie Prize!


SHARE
Previous articleGadis Seksi Ini Bikin Kalian Pengen Minum Teh Susu Bubble Tea Tiap Hari!
Next articleBersiaplah, Bioskop Trans TV akan Menayangkan 400 Judul Film Khusus Untukmu!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.