CIAYO Corp Siapkan Komik, Film, dan Game Vandaria Saga

Kabar baru untuk para penggemar Vandaria. CIAYO Corp telah mempersiapkan komik, film, dan game dari seri fiksi fantasi populer ini!

Baca Juga

Vandaria Saga, intellectual property (IP) fantasi terbesar di Indonesia, akan kembali hadir dalam bentuk komik webtoon, film animasi, dan game digital yang dikembangkan oleh PT Dragon Capital Centre (DCC). Vandaria sebelumnya dikenal dalam bentuk novel dan trading card game (TCG).

Sebelumnya DCC mengumumkan entitas baru, ‘CIAYO Corp’ sebagai bagian dari strategi korporat dalam mengembangkan produk-produknya seperti CIAYO Comics, CIAYO Games dan CIAYO Blog. Membesarkan IP Vandaria merupakan langkah strategis pertama yang diambil oleh CIAYO Corp.

“Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan berusaha semaksimal mungkin agar Vandaria Saga bisa semakin berkibar,” ujar Borton Liew, CEO dan Founder CIAYO Corp. “Cerita-cerita dalam novel Vandaria sangat cocok untuk diadopsi ke dalam media lain, seperti komik, game, dan film animasi.”

Ciayo corp vandaria
Founder & CEO CIAYO Corp Borton Liew berjabat tangan dengan Founder Duniaku Network dan Kreator Vandaria Saga Ami Raditya, menandai babak baru Vandaria Saga. Turut hadir di dalam pertemuan bersejarah ini Head of Comics Division CIAYO Corp, Beny Maulana; Business Development Head CIAYO Corp, Awe Khrisnawan; dan Financial Advisor Deloitte, Dipta Erlangga yang menjembatani kolaborasi ini.

CIAYO Corp

Sebagai langkah awal, CIAYO Corp akan menghadirkan tokoh-tokoh Vandaria ke dalam format komik webtoon yang akan diterbitkan di bawah bendera CIAYO Comics. Bukan hanya satu komik, namun beberapa komik sekaligus, yang akan berhubungan satu dengan lainnya.

“Vandaria adalah sebuah universe, seperti halnya Marvel dan DC Comics. Untuk menghadirkan tokoh-tokoh dalam universe seperti itu, diperlukan beberapa komik secara simultan,” tambah Borton.

Apa yang tengah dikembangkan oleh CIAYO Corp ini merupakan kelanjutan dari masa-masa kejayaan Vandaria Saga ketika masih ditangani oleh PT. Gramedia Pustaka Utama (GPU). Sebelumnya, GPU juga menerbitkan beberapa novel Vandaria sekaligus dalam jarak terbit yang sangat pendek.

Kembali ke Akar Vandaria

Selama beberapa tahun terakhir, lisensi Vandaria Saga dikembangkan oleh Artoncode Indonesia. Artoncode menerbitkan novel Winterflame di tahun 2014 dan berencana membuat game berjudul Winterflame: The Other Side.

Winterflame ini dinilai terlalu melenceng jauh dibandingkan dengan novel-novel dan TCG Vandaria sebelumnya. Khususnya pada Winterflame: The Other Side, yang desain karakter dan dunianya dianggap tidak lagi mewakili ‘rasa’ Vandaria Saga.

Sangat disayangkan game Winterflame: The Other Side harus berhenti produksinya, meskipun sebelumnya Artoncode telah menggalang dana lewat Kickstarter.

Artoncode Hentikan Pengembangan Game PC Winterflame: The Other Side

Pengembangan Winterflame: The Other Side akhirnya dihentikan oleh Artoncode Indonesia. Bukan hanya itu, Artoncode juga ikut menutup operasionalnya.
Baca Juga

Ami Raditya, selaku kreator Vandaria mengatakan kalau kerjasama dengan CIAYO Corp ini akan mengembalikan Vandaria ke akarnya. Sedikit bocoran, beberapa karakter yang tengah dipersiapkan komiknya oleh CIAYO Comics adalah tokoh dari novel Hailstorm/Redfang (karya Fachrul R.U.N) dan dari novel Tabir Nalar (karya Rynaldo C. Hadi dan Felix Adrianto).

“Kami percaya bahwa kerjasama ini dapat menghidupkan kembali karakter-karakter yang sudah dikenal dalam semesta Vandaria, dengan pendekatan yang berbeda dan dapat menjangkau ke semua usia dan kalangan,” kata Ami.

Bukan Hanya Komik Webtoon

CIAYO Corp berencana menghadirkan Vandaria Saga tidak hanya dalam wujud komik webtoon, melainkan juga game digital dan film animasi. Sebelumnya CIAYO Games, yang berada di bawah CIAYO Corp, telah merilis game CHIPS: Monster Tap. Divisi yang sama ini akan menangani game-game Vandaria Saga.

Untuk film animasi, CIAYO Corp punya rencana untuk membentuk divisi baru CIAYO Pictures. “Kami bekerjasama dengan beberapa rumah produksi film di Hollywood untuk membuat film animasi Vandaria Saga,” kata Borton. “Untuk judul dan waktu rilisnya kami belum bisa beritahukan sekarang, yang pasti kami hanya bisa menjamin bahwa user akan dimanjakan matanya dengan kualitas grafis dan animasi yang eksepsional.”

Kerjasama ini juga telah memperoleh banyak dukungan. Salah satunya oleh Duniaku Network, media game, geek, dan gadget terbesar di Indonesia, yang baru-baru ini mendapatkan pendanaan dari Discovery Nusantara Capital (DNC).

Hubungkan Generasi Millennial dengan Industri Kreatif, Duniaku.net Raih Pendanaan dari DNC

Duniaku.net, situs game, geek, dan gadget terbesar di Indonesia menerima pendanaan dari DNC! Setelah Duniaku.net raih pendanaan, apa rencana selanjutnya?
Baca Juga

“Saya berharap ini menjadi awal baru Vandaria. Bukan hanya untuk komik, game, dan film, tapi juga kebangkitan TCG Vandaria Wars,” kata Ami mengakhiri.

Disclaimer: Jangan dibawa serius, artikel ini hanyalah bentuk lelucon April mop untuk pembaca setia Duniaku.net. Terima kasih sudah membaca!

Diedit oleh Fachrul Razi

 


SHARE
Previous articleLama Tak Ada Kabar, Boy Anak Jalanan Hadir Jadi Cameo di Drama Korea!
Next articleMasashi Kishimoto Tampil di Live-Action Naruto Sebagai Cameo!
Memulai kariernya sebagai freelance majalah Ultima Nation, Dipta berkembang hingga menjadi penulis guide di majalah Optima. Ia sempat menghilang pada tahun 2003 untuk mempelajari film di Australia. Pada tahun 2008 Dipta kembali ke Indonesia dan memimpin GAMEZiNE selama kurang lebih 2 tahun. Ia juga sempat memperoleh penghargaan MURI sebagai Pencipta TCG Indonesia Pertama melalui karyanya Vandaria Wars.