Pembahasan Dragon Ball Super 97: Turnamen Dimulai dengan Sangat Seru dan Heboh!

Tournament of Power resmi dimulai di Dragon Ball Super 97. Setelah penantian lama, terbukti battle royal-nya Dragon Ball ini luar biasa seru!

Baca Juga

Kamu tidak telanjur dengan pembangunan plot menuju Tournament of Power, bukan? Karena sayang sekali kalau iya. Baru permulaan saja, turnamen epik ini sudah terbukti seru. Format battle royal ala WWE menjadikannya sangat unik.

Adapun pembahasan dari Dragon Ball Super 97 ini jelas akan mengandung spoiler. Jadi dianjurkan kamu menonton episodenya dulu sebelum melanjutkan membaca.

Bila kamu sudah menonton dan ingin memastikan tidak ada detail yang terlewat, tidak keberatan spoiler, atau justru memang ingin mencari bocoran, silakan lanjutkan!

SPOILER ALERT!!!

1

Aturan Turnamen


Mungkin kamu sudah tahu, tapi aturan Tournament of Power bukanlah satu lawan satu hingga akhir seperti Tenkaichi Budokai. Formatnya ditegaskan lagi di Dragon Ball Super 97 ini.

Pertama, yang paling dasar, turnamen ini adalah battle royal. Seperti battle royal di gulat pro, semua petarung sudah berkumpul di arena. Tugas mereka adalah melempar semua lawan ke luar ring. Hanya itu pilihan mereka untuk menang, karena musuh yang K.O. tapi tetap berada di arena tidak dihitung kalah. Mereka juga tidak boleh membunuh.

Mau melanggar? Silakan kalau ada yang mau mencoba. Tapi mengingat mereka diawasi oleh Dewa Kehancuran dan juga dua Zen-Oh, itu tampaknya bukan keputusan yang cerdas.

Skill seperti melayang juga dilarang digunakan untuk menyelamatkan diri dari jatuh. Pengecualian hanya ada untuk para petarung yang memang memiliki sayap.

Adapun waktu dari turnamen hanya 48 menit saja. Kira-kira hanya satu babak sepak bola plus injury time. Petarung juga tidak diizinkan menggunakan penyembuh, sehingga pertarungan dipastikan lebih fair.

ring WWE roboh - Big Show Braun Strowman
Image credits: WWE.com

Oh, dan sekedar informasi tambahan. (Walau mungkin tidak berhubungan dengan Dragon Ball Super). Model bertarung seperti di Tournament of Power ini adalah battle royal, seperti sudah disebutkan sebelumnya. Ciri-cirinya adalah harus melempar musuh ke luar arena, dan semua petarung sudah berada di arena di awal pertarungan.

Variasi lain pertandingan ini adalah royal rumble. Tapi di situ para pegulat akan masuk satu demi satu seiring berjalannya waktu, bukannya sekaligus di awal. Jadi jangan sampai salah sebut.

2

Dimulai dengan Kacau

Dragon Ball Super 97

Namanya juga battle royal, Tournament of Power langsung rusuh di awal. Semua petarung tangguh dari berbagai semesta langsung baku hantam, mencoba mengeliminasi satu sama lain.

Bagaimana dengan Universe 7? Yah, walau Gohan sudah merekomendasikan untuk bekerja sama, para penggila pertarungan di timnya lebih memilih bertempur sendiri-sendiri. Goku, Vegeta, Frieza, bahkan No. 17, dan No. 18 semuanya berpisah untuk mengincar target berbeda.

Akhirnya Anime Dragon Ball Super Mengalahkan One Piece!

Wah, rating anime Dragon Ball Super mengalahkan One Piece, lho! Apakah ini efek dari kembalinya lord Frieza atau munculnya Broly?
Baca Juga

Keputusan egois Goku sendiri membuatnya terkena masalah. Dia sempat dicekik oleh petarung bernama Nink, karena tidak ada sekutunya yang bisa mengawasinya, dan kemudian dikepung oleh sejumlah petarung.

Tapi kerja sama tim dari Gohan pun belum terlihat membuahkan hasil berarti. Dia, Krillin, Tien, Roshi, dan Piccolo, sempat mengerahkan kekuatan untuk menggempur pengeroyok mereka. Tapi para pengeroyok sama sekali tidak terluka, membuktikan mereka bukan sekedar keroco untuk digebuki.

Pada akhirnya, apakah teamwork dari Gohan justru menjadi kunci keselamatan Universe 7? Kita lihat saja nanti. Untuk sekarang sih, semua petarung tampak masih belum serius. Gohan belum mengerahkan wujud pamungkasnya, dan Goku bahkan hanya menggunakan Super Saiyan Blue sekejap.


 

Mau tahu hal-hal menarik lain dari episode ini? Baca lanjutannya di halaman kedua!

1
2

SHARE
Previous articleQuicksilver Akan Kembali Lagi di Film X-Men Terbaru!
Next articleThe Crooked Man dari Conjuring akan Mendapat Adaptasi Film Layar Lebar!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.