Review Spider-Man: Homecoming: Film Menghibur dengan Penjahat Luar Biasa

review Spider-Man: homecoming

Baca review Spider-Man: Homecoming ini untuk mengetahui apakah filmnya sesuai dengan harapan, dan pantas disandingkan dengan Spider-Man 2002!

Jadi, Spider-Man: Homecoming sudah rilis mulai 5 Juli ini. Tim Duniaku.net kemarin mendapat kesempatan nonton duluan berkat undangan dari pihak Oppo Indonesia. Apakah filmnya bagus atau jelek? Simak saja review Spider-Man: Homecoming di bawah ini.

Sinopsis

Baca Juga

Setelah unjuk gigi di Civil War, Spider-Man terus menantikan kesempatan untuk bisa beraksi lagi dengan Avengers. Saat Tony Stark justru menjauhinya, Peter berinisiatif untuk unjuk diri agar sang Iron Man tak bisa mengabaikannya lagi.

Adakah Adegan Post-Credits Spider-Man: Homecoming? Ini Pembahasannya!

Kamu mungkin bertanya-tanya: apakah ada adegan post-credits Spider-Man: Homecoming? Kalau kamu penasaran, inilah jawaban dan pembahasannya!
Baca Juga

Tapi aksi heroik Peter membuat hubungan sosial dan pendidikannya bermasalah. Persoalannya pun bertambah saat aksinya membuat dia berurusan dengan Vulture, penjahat berbahaya dengan teknologi pakaian terbang berdasarkan teknologi Chitauri. Mampukah Peter mengatasi semua tanggung jawabnya, baik sebagai pahlawan maupun sebagai pelajar?

Salah Satu Penjahat Terbaik di Film Marvel


Hal pertama yang akan disorot di review Spider-Man: Homecoming versi Duniaku.net ini adalah penjahat utamanya. Jarang-jarang ada penjahat film Marvel Cinematic Universe dengan kualitas seperti Vulture ini.

Penulis bukan pembaca setia komik Amerika. Saya pun pertama mengetahui Adrian Toomes dari episode kartun Spider-Man tahun 90an, yang tayang di RCTI. Di sana Vulture tampil sebagai penjahat super yang mampu mencuri usia dari targetnya, termasuk Spider-Man.

Karena pengetahuan yang terbatas itulah penulis sempat kecewa begitu mendengar Vulture akan menjadi penjahat utama Spider-Man: Homecoming. Ini adalah film solo pertama Spidey di bawah pengawasan Marvel. Tampaknya Vulture, yang tidak populer di kalangan awam, ini kurang epik untuk menjadi lawannya.

Namun ternyata penulis salah.

Uniknya, Spider-Man: Homecoming bisa dibilang juga merupakan kisah origin Vulture. Bahkan Spidey pun latar belakangnya menjadi pahlawan tidak ditunjukkan. Namun kamu bisa melihat alasan kenapa Vulture bisa menjadi penjahat, dan kenapa ia bisa terus beraksi tanpa dipergoki Avengers.

Biasanya pendekatan seperti ini akan membuat sang penjahat jadi mencuri sorotan ke protagonis. (Contohnya cek saja Batman Returns). Tapi sutradara Jon Watts berhasil menyajikan porsi karakter dengan pas. Vulture memperoleh pendalaman karakter yang sangat luar biasa, namun tak sekalipun kamu akan menganggap Homecoming adalah film dia, karena Spider-Man tetap menjadi fokus.

Michael Keaton sebagai pemeran Vulture juga harus diberi pujian. Aktor gaek mantan pemeran Batman ini membuktikan kenapa dirinya termasuk aktor underrated di era modern ini. Dia menunjukkan performa akting yang sama primanya seperti di film Birdman. 

Penjahat film Marvel juga kerap kali hanya tampil untuk dijadikan karung tinju, tak pernah terasa terlalu mengancam. Tidak demikian dengan Vulture. Penjahat yang satu ini bisa menunjukkan kenapa teknologi terbang bisa merepotkan Spider-Man. Terutama di area-area di mana tidak ada gedung yang bisa digunakan Spidey bermanuver.

Pada akhirnya, itulah kekuatan utama film ini. Pendalaman karakter yang diperoleh Vulture membuat dia menjema menjadi sosok yang memukau sebagai penjahat. Dia juga tersaji sebagai lawan yang kuat, dan bikin penasaran bagaimana Spidey bisa mengalahkannya. Mungkin hanya Loki penjahat MCU yang terbangun sebagus Vulture ini. Biasanya, pendekatan ala Vulture ini hanya digunakan untuk tokoh Netflix seperti Kingpin dan Cottonmouth.


 

Vulture begitu hebat hingga review Spider-Man: Homecoming ini harus menyorotnya dengan intensif. Tapi bagaimana dengan unsur-unsur lain filmnya? Cek halaman kedua untuk membaca kelanjutannya!

1
2
REVIEW OVERVIEW
Skor Film
80 %

SHARE
Previous articleLittle Witch Academia Versi Steam Akan Menyihirmu di Awal 2018!
Next articlePunya Nyali Tinggi? Begini Cara Bergabung dengan Survey Corps Attack On Titan di Dunia Nyata
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.