Pembahasan Dragon Ball Super 103: Gohan Memusnahkan Satu Semesta!

Dragon Ball Super 103

Di Dragon Ball Super 103, giliran Gohan yang diberi kesempatan beraksi. Tidak tanggung-tanggung, satu semesta musnah di tangannya!

Baca Juga

Pembahasan Dragon Ball Super 103 ini mengandung spoiler untuk yang belum nonton. Jadi dianjurkan untuk menyaksikan dulu tayangannya sebelum melanjutkan membaca.

Kalau kamu memang sudah menonton dan ingin mengetahui apakah kamu kelewatan detail menarik, atau memang tak keberatan spoiler, silakan lanjutkan baca.

SPOILER ALERT!!!

1

Kelanjutan Universe 7 Vs Universe 2

Di preview Dragon Ball Super 103, poin utama yang disajikan adalah Gohan akhirnya bertarung serius. Namun di Dragon Ball Super 102 pekan lalu, diperlihatkan kalau Brianne masih murka kepada Android 17 karena telah menyingkirkan Sanka Ku dari pertempuran. Jadi, bagaimana porsi adegan antara Gohan dan Android 17 di episode ini?

Pembahasan Dragon Ball Super 102: Mahou Shoujo Melawan Petarung Ki

Dragon Ball Super 102 memperlihatkan skenario yang sebelum ini mungkin hanya ada di fan fiction: mahou shoujo melawan pengguna ilmu Ki!
Baca Juga

Ternyata episode 103 ini dimulai langsung dengan lanjutan dari 102. Brianne berduel menghadapi Android 17. Dianggap sebagai penjahat, 17 yang memang mantan antagonis ini justru dengan senang hati menerima perannya. Ia lalu berduel imbang dengan Brianne dan membantu Goku menghadapi serangan Suu Roas, menegaskan posisi 17 sebagai musuh utama Universe 2.

Goku dengan bantuan Android 17 hampir mengeliminasi Suu Roas. Namun sebelum pertempuran ini sempat memasuki klimaks, muncul Jimizu yang membawa pergi dua petarung unggulan Universe 2 itu.

Jimizu sendiri membuktikan kalau dia bukan petarung kacangan dengan mengeliminasi seorang petarung Universe 10 kemudian, membuat Universe 10 yang sudah kehilangan banyak pejuang semakin terdesak.

2

Pertunjukan Kekuatan Gohan

Setelah sisa-sisa duel Universe 7 dan 2 berakhir, penonton beralih diperlihatkan aksi Gohan.

Aksi kebangkitan Gohan merupakan salah satu bagian paling menarik dari proses perekrutan petarung Universe 7. Duel ayah-anak, di mana Super Saiyan Blue Goku harus mengerahkan Kaioken untuk menjatuhkan Ultimate Gohan, benar-benar seru dan mencuri perhatian.

Tapi sejak Tournament of Power dimulai, Gohan belum melakukan aksi berarti. Bahkan Android 18 saja memiliki jumlah eliminasi lebih banyak dari dia.

Masalah itu teratasi di Dragon Ball Super 103. Pertama Gohan menghadapi Botamo, yang selalu bisa membuat musuh-musuhnya kesulitan karena tubuhnya yang kebal. Awalnya, serangan Gohan nampak tidak berguna. Namun terungkap kemudian kalau rentetan pukulan Gohan membuat Botamo bahkan tak mampu menjaga keseimbangannya, hingga ia bisa dieliminasi tanpa memberi perlawan berarti.

Tapi itu hanya pembukaan saja, karena musuh Gohan di episode ini adalah Obuni dari Universe 10. Sejauh ini, para petarung Universe 10 dapat tereliminasi dengan mudah. Namun Obuni membuktikan dirinya lebih kuat dari semua rekannya. Tinjunya mampu membuat Gohan kesakitan. Ia juga dapat melakukan teknik sejenis kagebunshin, yang tak bisa dideteksi karena ia juga membagi-bagi pancaran energi Ki-nya.

Gohan menghabiskan sebagian pertarungannya dihajar habis-habisan oleh Obuni. Namun pada akhirnya ia mengerahkan kekuatan Ultimate-nya dan menggunakan taktik counter. Saat Obuni mendaratkan pukulan, ia menerima saja hantaman itu dan membalasnya.

Momen pengerahan kekuatan Ultimate Gohan juga ternyata tepat. Saat Obuni mulai kelelahan karena pengerahan terus-menerus tekniknya, Gohan justru baru memulai. Akhirnya Obuni pun tereliminasi.

Oh, dan berhubung saat Obuni tersingkir semua petarung Universe 10 juga telah kalah, maka untuk saat ini penonton harus menyampaikan perpisahan kepada semesta yang diawasi Supreme Kai Gowasu itu.

Setelah pertama berurusan dengan Zamasu, lalu harus menghadapi semestanya dimusnahkan, Gowasu jelas adalah salah satu Supreme Kai paling kasihan di Tournament of Power ini.


Hal menarik apalagi yang tersaji di Dragon Ball Super 103? Cek halaman kedua untuk membaca lanjutannya!

1
2

SHARE
Previous articleTahu Nggak, Kenapa Game Marvel vs Capcom Terbaru Berjudul Marvel vs Capcom: Infinite?
Next articleMonster of the Deep Bukanlah Spin-Off Final Fantasy XV!
Novelis yang telah menulis cerpen Apollyon di Fantasy Fiesta 2010, Selamanya Bersamamu di Fantasy Fiesta 2011, serta novel Hailstorm dan Redfang untuk seri Vandaria Saga. Menyukai dunia video game, literatur, komik, dan tabletop game. Berharap suatu saat nanti bisa menguasai dunia lewat karya-karyanya.