5 Alasan Bangkitnya Film Horor Indonesia saat Ini

Bangkitnya Film Horor Indonesia

Ada tren menarik di industri film Indonesia dalam sebulan terakhir. Ya, film-film Indonesia yang tayang di bioskop sangat didominasi oleh film genre horor. Apakah ini merupakan tanda dari bangkitnya film horor Indonesia?

Indonesia pernah memiliki masa romantis dengan film-film horor. Tahun 1981-1991 bisa dibilang adalah masa jaya film hantu Indonesia. Saat itu, tak kurang ada 84 judul film horor yang diproduksi. Angka itu meningkat dari peridoe 1972-1980 yang cuma menghasilkan 22 judul film horor.

Baca Juga

Sempat terjadi penururan di era 90-an, genre horor kembali mendapatkan tempatnya di awal tahun 2000. Kala itu film-film seperti Jaelangkung, Pocong, dan Bangsal 13 mampu menyuguhkan horor modern yang digabungkan cinematography ciamik.

Namun genre horor sempat ditinggalkan banyak penonton karena munculya film horor yang menonjolkan keseksian ketimbang nuansa seram. Judul film seperti Suster Keramas, Mr Bean Kesurupan Depe, Pocong Mandi, dan Pelukan Janda Hantu Gerandong, membuat imej film horor Indonesia pun tercoreng.

Beruntung, masa tersebut tak berlangsung lama. Terbukti di tahun 2017 ini mulai banyak muncul film Indonesia yang tayang dibioskop. Bahkan di bulan September, lebih dari tiga film horor yang tayang.

Lantas apa yang melatarbelakangi bangkitnya film horor Indonesia? Mungkin berikut ini alasannya.

1

Kesadaran Penonton

Semakin derasanya arus informasi, membuat penonton film memiliki banyak referensi sebelum masuk bioksop. Tentu, kamu bakal melakukan riset kecil-kecilan sebelum akhirnya yakin membeli tiket film yang yang akan ditonton. Ya minimal menonton trailer-nya di YouTube.

Kesadaran penonton inilah menjadi salah satu faktor yang membuat film horor yang dibuat hanya mengandalkan unsur seksi dari aktrisnya mulai banyak ditinggalkan.

2

Sineas Indonesia Semakin Kreatif

Dengan penonton film yang semakin cerdas dan cendrung punya standarisasi tinggi, membuat para sineas harus memutar otak menciptakan film-film berkualitas yang mampu memuaskan penonton.

Alhasil, sutradara yang tak bisa memberikan hal baru di dalam filmnya perlahan akan ditinggalkan. Seperti sebuah evolusi, hanya sutradara film horor yang punya kualitas jempolanlah yang sanggup bertahan di era keterbukaan informasi seperti sekarang.

3

Danur Sebagai Gerbong Penggerak

Bangkitnya film horor Indonesia pada tahun 2017 tak terlepas dari munculnya film Danur: I Can See Ghost yang dirilis 30 Maret lalu. Film yang diangkat dari novel laris Risa Sarasvati ini sukses memecahkan rekor sebagai film horor terlaris sepanjang sejarah film Indonesia. Dilansir dari situs filmindonesia, film Danur memperoleh 2.736.157 penonton selama penayangan.

Danur seakan menjadi gerbong penggerak film-film horor Indonesia di tahun 2017 untuk bisa sukses. Hal ini terbukti dari 5 besar film terlaris Indonesia pada tahun 2017 hingga saat ini, dikuasai oleh tiga film horor.

Selain Danur di posisi kedua, ada juga film Jailangkung yang bercokol diposisi ke-3 dengan torehan 2.550.157 penonton dan The Doll 2 diposisi ke-5 dengan 1.226.864 penonton.

4

Industri Film Indonesia yang Melaju ke Arah Positif

Sebanarnya bukan film horor Indonesia saja yang perlahan bangkit, namun secara keseluruhan film-film Indonesia bisa bersaing dengan film luar dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dalam dua tahun terakhir.

Masyarakat yang tadinya apatis dengan karya anak bangsa, akhirnya bisa percaya dan rela menonoton di bioskop ketimbang menunggu bajakannya di situs film ilegal.

Begini Ngerinya Trailer Film Pengabdi Setan Karya Joko Anwar

Trailer film Pengabdi Setan resmi dirilis. Bagaimana kengerian yang ditampilkan oleh film remake arahan sutradara Joko Anwar ini?
Baca Juga

Dengan kata lain, industri film Indonesia yang melaju ke arah positif menjadi tanda bahwa ini adalah momentum film-fim Indonesia termasuk film genre horor untuk bangkit.


SHARE
Previous articleFoto Cosplay TGS 2017: Dari Monster Hunter Hingga Final Fantasy XV!
Next articleGuide YuGiOh Duel Links: Deck Gemini Red-Eyes Black Dragon (Bagian 2)
Penikmat anime detective. Fans Liverpool layar kaca