Film Ultraman dan Kamen Rider Versi Thailand Adalah Tokusatsu Tersadis!

Ultraman dan Kamen Rider

Memangnya sesadis apa sih film Tokusatsu ini? Bukannya Tokusatsu adalah tontonan untuk anak-anak ya?

Film Tokusatsu sejatinya adalah film dengan spesial efek khusus. Beberapa memang ditargetkan untuk penonton anak-anak, namun sebagian lagi tidak. Sebut saja seperti GARO: Makai Senki, atau Kamen Rider Amazons yang target penontonnya memang bukan anak-anak.

Namun di The 6 Ultra Brothers vs The Monster Army, film yang disuguhkan untuk anak-anak ini ternyata memiliki unsur sadis. Mungkin saat itu (tahun 70an) memang adegan sadis seperti ini biasa dalam film. Namun jika saat ini ditayangkan, mungkin akan dicekal (jika target penontonnya anak-anak).

Ultra Q, Serial Tokusatsu dengan Kisah Horror yang Sudah Tayang Sebelum Ultraman

Apakah kamu sudah mengetahui tentang Ultra Q? Serial Tokusatsu horror dan misteri yang dibuat oleh Tsuburaya ini bisa membuatmu merinding
Baca Juga

The 6 Ultra Brothers vs The Monster Army adalah film kerjasama antara Tsuburaya Production dan Chaiyo Production dari Thailand. Karena itu, karakter Tokusatsu Hanuman dari Thailand adalah tokoh utamanya.

Monyet putih ini juga muncul di film Hanuman and Five Kamen Riders yang bahkan berhubungan langsung dengan film The 6 Ultra Brothers vs The Monster Army. Namun, film Hanuman dengan Kamen Rider ini adalah illegal dan tidak disetujui oleh Toei Company.

Inilah momen kesadisan yang disajikan dalam film ini.

1

Pembunuhan Pada Anak-Anak dan Adegan Vulgar

Ultraman dan Kamen Rider

Jika kita melihat film lama, bahkan buatan Indonesia, mungkin hal semacam ini memang biasa, namun berbeda jika dibuat saat ini (jika dijadikan tontonan anak-anak). The 6 Ultra Brothers vs The Monster Army memiliki latar tempat di Thailand. Pada suatu hari, matahari sangat panas dan mendekati bumi.

Anak-anak di Thailand pun mulai membuat tarian pemanggil hujan di kuil, dan salah satunya adalah Piko yang mengenakan topeng Hanuman. Saat mereka sedang melakukan tarian, tiba-tiba datanglah tiga perampok yang mencuri kepala patung Buddha.

Piko menyadarinya dan mengejar tiga orang tersebut hingga terbawa dalam mobil Jeep si pencuri. Karena Piko yang melawan, akhirnya dia ditembak dikepala oleh sang pencuri, dan Piko terjatuh dari mobil lalu meninggal seketika.

Akhirnya, tubuh Piko dibawa kembali ke kuil tempat mereka menari sebelumnya oleh yang lain. Ultra Mother melihat dari Galaksi Nebula M78. Akhirnya Ultra Mother mengambil Piko lalu menghidupkannya lagi, namun sebagai Hanuman.

Baca Juga

Singkat cerita, Hanuman membalaskan dendamnya pada tiga orang tadi (detailnya ada di poin berikutnya). Kini cerita beralih ke film Hanuman and Five Kamen Riders, tentunya Ultraman dan Kamen Rider tidak berhubungan langsung karena film keduanya ini illegal.

Setelah dibunuh Hanuman di film pertama, ketiga pencuri itu sampai ke Neraka di film Hanuman and Five Kamen Riders. Di Neraka, ditampilkan bagaimana mereka menyiksa para pendosa, dan selayaknya buku komik Siksa Neraka yang pernah beredar di Indonesia, para pendosa disiksa dengan sadis dan tanpa busana.

Di akhir film Hanuman and Five Kamen Riders, tiga pencuri tadi dihukum di Neraka dengan cara penggal kepala. Sebuah film yang sangat sadis untuk anak-anak.


Manusia yang mati diinjak dan diremas? Cek halaman selanjutnya!

1
2

SHARE
Previous articlePlot Twist, Tokyo Ghoul: Re Berakhir Bad Ending?
Next articleJalan-Jalan di Jepang: 5 Tempat di Tokyo yang Harus Kamu Kunjungi!
Panggilannya Dim, bukan Mas. Penggemar cerita-cerita Slice of Life, tapi juga suka robot-robotan. Suka review mainan di YouTube-nya. Lagi asik mengumpulkan mainan dengan uang pinjaman.