From Zero to Lego! Interview dengan Komunitas Lego Indonesia!

Tidak cuma mainan anak-anak!

Lego kerap digambarkan sebagai mainan kreatif yang seru dan lucu untuk anak-anak, tapi di sisi lain justru itu kekuatan utamanya yang menarik penggemar-penggemar dewasa antusias! Tidak hanya sekadar mainan semata, hanya langit yang mampu membatasi hal-hal yang bisa dibangun dari imajinasi para perakit Lego seperti Komunitas Lego Indonesia!

Di BEKRAF Game Prime 2018, kami berkesempatan untuk mewawancarai Avner Jacob, salah satu perakit antusias Lego yang menjadi bagian di dalam pameran Komunitas Lego Indonesia di BEKRAF Game Prime 2018. Berbekal ketelitian, sejumlah besar Lego, dan imajinasi yang liar, beliau merakit sebuah robot Transformers seukuran Master Grade Gundam!

Penasaran dengan apa saja yang kita obrolkan di iven akbar para game developer tersebut? Simak wawancaranya di bawah ini!

Di tahun 2018 ini, apakah minat serius terhadap Lego building semakin meningkat?

Lumayan, dikarenakan sering adanya sale belakangan ini, fans dewasa of Lego di Indonesia bertambah.

Gimana sih, pendekatan grup kalian untuk terus aktif dan berkembang?

Komunitas Lego Indonesia sering promosi offline maupun online. Komunitas Lego Indonesia (KLI) aktif di media sosial, serta sering mengikuti acara-acara hobi seperti Toys Fair dan sejenisnya.

Ada proyek ambisius yang lagi pengin direalisasi, nggak?

Tahun ini KLI sementara berupaya untuk melakukan semacam pameran seni atau brick fair di mana di situ KLI berdiri sendiri, dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya dimana KLI hanya menjadi bagian dari suatu pameran mainan hobi.

Menurut kamu, wajib nggak komunitas2 hobi memperkenalkan kegemaran mereka di iven-iven gede seperti BEKRAF Game Prime 2018?

Menurut kami, ada baiknya untuk komunitas-komunitas untuk mengikuti acara-acara hobi seperti Toys Fair, terlebih jika komunitas tersebut berencana untuk melakukan ekspansi dalam hal jumlah member serta pengenalan komunitas pada masyarakat umum dan komunitas lainnya. Namun, dalam hal ini juga perlu diperhatikan kesesuaian antara jenis komunitas serta jenis acara yang diikuti sehingga ada kesan relevan antara acara dan komunitas.

Nah, itu dia hasil wawancara kita terhadap salah satu bagian dari komunitas seru ini! Bagimana dengan komunitasmu? Bagikan cerita-cerita komunitasmu di kolom komentar!

Share this article

TENTANG PENULIS
A. Daniel

Kadang dipanggil Nyasu, makin jarang dipanggil Adhitya maupun Daniel. Sulit menggunakan medsos lain selain Facebook. Penulis fiksi yang belum siap lahir batin kalau wattpad-nya kedatangan pembaca baru.