KNTL RUUP Viral! Para Musisi Tolak RUU Permusikan!

Gercep, lho! Sampai ada petisi #KNTLRUUP segala!

Mungkin kamu sudah membaca tentang respon para musisi di artikel sebelumnya, dan salah satunya adalah Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca. Kini, para musisi mulai meramaikan tagar penolakan RUU Permusikan, yang disingkat KNTL RUUP!

KNTL RUUP adalah singkatan dari Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan. Melalui pos Instagram di atas, akun instagram resmi Efek Rumah Kaca menegaskan bahwa ini adalah bagian dari tagar #TolakRUUPermusikan, sebuah gerakan media sosial yang menolak RUU tersebut!

Dilansir dari Tirto, Vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, adalah salah satu yang mengkritik. Ia menilai jika RUU Permusikan diterapkan maka ia akan mengekang kebebasan berekspresi bukan cuma musisi, tapi setiap orang.

“Ada di dalam Pasal 5, dan 50 untuk ketentuan pidananya. Mungkin saja lagunya Iwan Fals yang Bongkar, yang semua orang tahu [liriknya] ‘kita harus turun ke jalan, robohkan setan yang berdiri mengangkang’ itu sangat provokatif dan itu memenuhi ketentuan pidana pasal 50. Menurut interpretasi penegak hukum misalnya,” demikian salah satu pendapat Cholil.

Saat ini, pos yang memulai gerakan #KNTLruup ini sudah disukai hampir 40 ribu warga Instagram, yang kemudian menelurkan akun resminya, @koalisinasionaltolakruup.


CONTINUE READING BELOW

Dari Berbagai Macam Latar Belakang, Inilah 10 Respon Musisi Tentang RUU Permusikan!

Para musisi Indonesia ini sudah memberikan opini mereka tentang RUU Permusikan. Seperti apakah pendapat mereka? Temukan di sini!


Tidak berhenti sampai di situ pula, Danilla Riyadi pun ikut membuka petisi change.org mewakili teman-teman sesama Koalisi Nasional Tolak Rancangan Undang-Undang Permusikan.

Petisi ini menargetkan 75 ribu orang untuk menandatanganinya sebelum disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Hingga saat ini, petisi tersebut sudah menjaring lebih dari 50 ribu orang yang menandatanganinya.

Menurut kamu, apakah gerakan seperti KNTL RUUP akan berpengaruh ke masa depan RUU Permusikan, ataukah hanya menjadi tren viral yang hilang dalam waktu sekejap? Bagikan pendapatmu lewat kolom komentar di bawah ini!

Share this article

TENTANG PENULIS
A. Daniel

Kadang dipanggil Nyasu, makin jarang dipanggil Adhitya maupun Daniel. Sulit menggunakan medsos lain selain Facebook. Penulis fiksi yang belum siap lahir batin kalau wattpad-nya kedatangan pembaca baru.