Prosesor iPhone 5 Menggunakan Chipset Baru Racikan Apple

Kebiasaan Apple dalam mengkonfirmasikan iOS baru mereka, tidak diungkapkan detail prosesornya. Bahkan selama konferensi pers peluncuran iPhone 5 lalu mereka hanya menyebutkan bahwa kinerja CPU Apple A6 meningkat 2x lipat dibanding Apple A5 yang digunakan pada iPhone 4S. Namun berangkat dari kebiasaan Apple yang biasa menempatkan upgrade chipset baru pada keluarga iPad, AnadTech yang juga menemukan jika iPad 2 varian terakhir (biasa disebut ipad 2,4) ternyata memiliki chipset baru yang menggunakan teknologi 35nm low power (LP), mereka pun mendapati ternyata chipset Apple A6 dalam iPhone 5 tidak seperti yang selama ini kita duga — quad-core, menggunakan ARM Cortex-A15.

Well, mendengar presentasi Apple selama mengenalkan iPhone 5, banyak yang mempercayai jika mereka menjadi yang pertama menerapkan ARM Cortex-A15 — apalagi sebelumnya Apple juga berharap ada peningkatan kinerja yang signifikan dari iPhone sebelumnya. Namun ada juga yang berasumsi jika iPhone 5 bakal menggunakan chipset (SoC) berbasis ARM Cortex-A9 dengan teknologi 35nm yang digunakan dalam iPad 2 varian akhir. Akan tetapi jika mengikuti kebiasaan Apple yang suka menahan pergantian hardware yang cukup tinggi untuk keluarga iPad dulu, ada juga yang berpendapat apakah benar mereka bakal memilih ARM Cortex-A9, atau bahkan Cortex-A15 yang Samsung sendiri juga masih meraciknya untuk Exynos 5?

Kemudian melalui developer tool Xcode 4.5 yang dirilis Apple kurang lebih seminggu lalu, ada petunjuk prosesor apa yang digunakan Apple untuk iPhone 5. Kemungkinan besar Apple A6 tersebut menjadi yang pertama mengaplikasikan chipset hasil racikan Apple sendiri, sebut saja Apple SoC, yang menggunakan prosesor berbasis ARMv7. Namun core prosesornya tidak sama seperti yang didesain oleh ARM Holding untuk Cortex-A9 atau A15, melainkan didesain sendiri oleh Apple — seperti Qualcomm untuk lineup Scorpion / Snapdragon-nya yang berbasis arsitektur ARM namun menggunakan core prosesor custom Qualcomm. Atau juga Samsung melalui keluarga chipset Exynos-nya.

Melalui Xcode 4.5 diketahui data seperti dihentikannya dukungan untuk arsitektur prosesor ARMv6 ISA (digunakan oleh ARM11 pada iPhone 2G dan iPhone 3G), masih mendukung ARMv7 (pada core ARM modern), dan juga ada support untuk arsitektur baru yang memang dikembangkan untuk chipset A6 SoC. Dan yang tertera di sana adalah armv7s.

Keputusan Apple ini seharusnya memberi Apple lebih banyak opsi untuk mengendalikan seberapa besar ukuran chipset-nya, kinerja dan kebutuhan power-nya. Karena itu semua hanya bisa diakses melalui chipset custom, bukanya yang sudah bawaan vendor chipset. Sedangkan untuk GPU yang digunakan AnandTech menduga Apple menggunakan PowerVR SGX543MP3, varian yang lebih cepat dari SGX543MP2 yang digunakan pada chipset Apple A5, namun konsumsi dayanya tetap lebih sedikit.

Walaupun tidak seperti harapan quad-core dan arsitektur terbaru, namun chipset hasil racikan Apple ini tidak bisa diremehkan. Menurut data benchmark yang belum diketahui kebenarannya dari Geekbench, Apple A6 ternyata menorehkan hasil bukan sekadar 2x seperti yang dijanjikan Apple. Sekali lagi, ini memang belum diverifikasi, namun hasil yang di-post melalui Geekbench yang bisa kamu akses detailnya di sini, menunjukkan jika Apple A6 dengan dua custom core yang berjalan di speed 1GHz serta 1GB RAM, mampu memberi hasil yang mengagumkan. Sekali lagi, hasil bechmark ini tidak resmi!

Sumber: AnandTech

SHARE
Previous articleOppo Find 5, Rekor Smartphone Pertama Berlayar Full HD 1080p
Next articlePesaing Galaxy Note II dari HTC, Droid Incredible X!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.