Preview Kemampuan Qualcomm Snapdragon S4 Quad-Core

Pengguna Android pasti mengenal nama Qualcomm dan Snapdragon, karena dua nama tersebut identik dengan puluhan tipe Droid yang dua tahun belakangan hadir di Indonesia. Namun begitu nVidia dengan Tegra serta Samsung dengan Exynos muncul, Snapdragon bukan menjadi opsi yang wah, karena tidak ada yang menarik di sana. Hasil benchmark tipikal Snapdragon pun di bawah rata – rata Exynos dan Tegra.

Namun melalui Snapdragon S4 yang menggunakan teknologi baru 28nm, Qualcomm mampu membuktikan bahwa chipset mereka tersebut juga patut diperhitungkan. Bahkan berkat kinerja dual-core-nya yang setara quad-core, chipset tersebut laris dipesan hingga akhir tahun ini. Di Indonesia sendiri kamu baru bisa merasakan sigapnya kinerja Snapdragon S4 tersebut melalui HTC One S.

Meskipun kita belum banyak disuguhi pilihan Snapdragon S4 di Indonesia, Qualcomm sendiri memang sudah menyiapkan varian quad-core dari prosesor berkode nama Krait tersebut. Sayangnya Qualcomm Snapdragon S4 quad-core yang dibekingi GPU Adreno 320 tersebut belum dikonfirmasikan sebagai chipset yang bisa diaplikasikan bebas untuk brand manapun. Melalui event tunggal di San Fransisco beberapa waktu lalu, Qualcomm menawarkan Mobile Development Platform (MDP) mereka sendiri yang dijual seharga $1,299. Melalui Qualcomm S4 Pro APQ8064 MDP/T (“T” untuk tablet) yang berjalan dengan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich tersebut, Qualcomm berharap para OEM yang bakal mengaplikasikan Snapdragon quad-core dengan kode nama chipset APQ8064 tersebut bisa merasakan kinerjanya sebelum mereka menerapkan pada smartphone/tablet produksi mereka nantinya.

Spesifikasi lain tablet ini, berlayar 10.1 inchi WXGA (1366 x 720 pixel), 2 GB LPDDR2 RAM pada kecepatan 533 MHz (2×32 bits, PoP), kamera utama 13 megapixel, 7 microphone, dan menjalankan Android 4.0.4.

Nantinya APQ8064 dijalankan oleh empat inti Krait v2 yang masing – masing di-set pada kecepatan 1.5 GHz (maksimal 1.7 GHz). GPU-nya pun juga baru, Adreno 320, meskipun tanpa baseband sehingga hanya bisa diuji kinerjanya tanpa fungsi telepon — namun sudah mengadopsi BT 4.0, Wi-Fi 802.11ac/a/b/g/n (2.4/5 GHz). Terlihat dari MDP yang diujikan Qualcomm, chipset tersebut ditujukan untuk tablet, walaupun kombinasi APQ8064 dan Adreno 320 bakal kita temui juga dalam smartphone kelas atas. Kemudian jenis CPU Krait ini sama seperti yang kita temui dalam smartphone seperti Galaxy S III versi Jepang dan Amerika Serikat, dan pada HTC One S, hanya memang GPU Adreno 320 yang patut mendapat apresiasi. Qualcomm memasukkan dukungan OpenGL ES 3.0 (codename Halti), dan kemampuan GPGPU dengan OpenCL 1.2 dan RenderScript. Sedangkan dalam hal Windows APIs, Adreno 320 juga mampu menjalankan Direct3D 11  level 9_3.

Hasil benchmark awal GPU yang tertanam dalam Snapdragon S4 ini menunjukkan jika APQ8064 mampu mengungguli chipset lainnya, kecuali Apple A5X di dalam new iPad , yang masih bisa bertahan sebagai gadget dengan GPU mobile terkuat menggunakan chip dari Texas Instrument, melalui PowerVR SGX543MP4 — chip yang sama bisa kamu temukan dalam PlayStation Vita. Detail kinerjanya bisa kamu lihat melalui beberapa data hasil benchmark di bawah. Perlu dicatat, hasil tersebut pasti bakal berbeda dengan produk finalnya nanti, karena unit MDP yang didemokan Qualcomm ini jelas bertujuan menunjukkan kemampuan terbaik pada para produsen nantinya. Namun keseluruhan, bisa disimpulkan jika kemampuannya mendekati HTC’ One X versi Amerika Serikat dan juga HTC One S.

Sumber: Anandtech


SHARE
Previous articleMemorable Moments: War For Cybertron
Next articleUji Coba Ekstrem, Membuktikan Ketangguhan Sony Xperia go!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.