Sony Xperia TX Resmi Dipasarkan di Indonesia Dengan Harga Rp. 5.599.000

Selain mengadakan event khusus untuk meluncurkan Xperia E, Sony Mobile Indonesia melalui pernyataan resmi Oky Gunawan, Head of Channel and Brand Activation Sony Mobile, juga mengungkapkan bahkan dua seri teratas mereka saat ini, Xperia TX dan Xperia V sudah resmi dipasarkan di Indonesia.

Seperti yang kami tuliskan sebelumnya, dari hasil survei ke beberapa gerai Sony Center, penulis mendapatkan Xperia V sudah dijual sejak awal minggu lalu. Namun saat itu belum ada pernyataan resmi dari Sony Mobile, hanya melalui akun Twitter mereka saja yang menyebutkan jika Xperia TX juga sudah sudah dijual di Indonesia. Kini melalui Oky Gunawan, Head of Channel and Brand Activation Sony Mobile, dalam keterangan resminya, dia menyebutkan jika Xperia TX memang benar sudah dijual di Indonesia. Xperia TX sendiri juga makin dikenal (atau justru lebih dikenal dari Xperia V) setelah “saudara kembarnya” Xperia T  memulai debutnya sebagai salah satu gadget Agent 007 James Bond dalam film Skyfall. Bisa kamu lihat trailernya di bawah, atau cek link ini untuk perbedaan Xperia TX dengan Xperia T:

http://youtu.be/ywUrekw_sHQ

“Keberadaan Xperia TX dan Xperia V dalam jajaran produk Sony memantapkan posisi Xperia dalam strategi mobile kami, yakni untuk memberikan pengalaman pengguna secara konsisten di seluruh perangkat kami yang memungkinkan konsumen untuk mengakses dunia hiburan yang diantarkan oleh Sony secara cepat dan mudah,” ujar Oky Gunawan, dalam keterangan resminya.

Seperti Xperia V dan Xperia J, Xperia TX ini mengadopsi desain dengan penampang casing belakang mengkurva seperti pada Xperia Arc. Kemudian yang penulis sukai, casingnya dibalut dengan lapisan berbahan matte alias nge-doff yang tidak begitu banyak meninggalkan jejak minyak, selain juga memberi fell yang nyaman ketika menggenggamnya. Kemudian beberapa fitur unggulannya seperti layar dengan ukuran 4.55-inchi resolusi 720×1280-pixel dan kerapatan 323 PPI yang mendapat sentuhan pemrosesan software Mobile BRAVIA Engine (untuk Xperia V sudah emngadoopsi BRAVIA Engine 2), prosesor dual-core dari chipset Qualcomm MSM8260A yang menggunakan keluarga prosesor Snapdragon S4 Plus dengan dua inti Krait berkecepatan 1,5 GHz — dari pengalaman penulis, kinerja dual-corenya bisa setara, atau bahkan mengungguli tipikal quad-core seperti yang dimiliki nVidia Tegra 3.

Kamera utamanya pun menjadi salah satu nilai plus, karena sedikit meningkat dari Xperia ion yang 12-megapixel, kini untuk Sony menggunakan sensor 13-megapiksel yang mendukung fungsi memotret cepat dari kondisi standby. Sedangkan kamera depannya sendiri 1,3-megapiksel. Fitur lainnya seperti layar yang mendukung multi-touch hingga 10 jari (sama seperti Xperia V), layar tersebut juga berpelindung goresan karena lapisan Mineral Glass 2, casingnya didesain mampu meminimalkan benturan, internal storage 16 GB, bisa diperbesar dengan micro SD hingga 32 GB, RAM 1GB, kartu SIM-nya berbentuk mini-SIM, sertifikasi PlayStation untuk memainkan game yang masuk kategori PlayStation Mobile, konektivitas MHL, sistem operasi Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich (ada opsi upgrade ke Android 4.1 Jelly Bean), dan baterai berkapasitas 1850 mAh.

Sedangkan untuk Xperia V sudah kami jelaskan banyak di artikel ini, atau kamu bisa membandingkan keduanya melalui artikel kami sebelumnya di sini. Di Indonesia, Sony menyediakan kedua smartphone flagship mereka itu dalam tiga pilihan warna yaitu hitam, putih dan merah muda. Xperia TX dibandrol dengan harga resmi Rp. 5.599.000, sedangkan Xperia V dijual seharga Rp. 5.299.000.

[cb type=”company”]Sony[/cb]


SHARE
Previous articleSeorang Pria “Merelakan” Ruang Tamunya Menjadi Diorama Star Wars!
Next articleNeed for Speed: Most Wanted Wii U, Terlambat Karena Menunggu Seorang Navigator
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.