4 Momen yang Dapat Memicu Meledaknya Industri eSport Indonesia di 2017

Sebagai sebuah negara besar di Asia Tenggara, satu hal yang disayangkan dari Indonesia adalah minimnya jumlah pemain pro yang berlaga di pentas internasional. Industri eSport Indonesia juga bisa dikatakan kecil dan tertinggal.

Ini ironis, sebab Indonesia tak kekurangan jumlah penduduk dan tingkat kesejahterannya juga tidak rendah. Tapi dalam eSport, Indonesia dikalahkan oleh negara yang lebih kecil seperti Filipina.

3 Profil Pendobrak Rekor MMR Dota 2

Perjalanan rekor MMR tidak mulus! Badman hampir memecahkan rekor 9k MMR, namun ada masalah yang menyebabkan akhirnya Miracle- yang menang. Apa masalahnya?
Baca Juga

Untungnya, di tahun 2017 ini, kami melihat gejala akan meledaknya industri eSport tanah air. Gejala-gejala ini ditandai oleh beberapa peristiwa yang terjadi pada awal tahun dan rencana-rencana yang kami ketahui akan dijalankan pada sisa tahun 2017. Apa saja peristiwa itu?

1

InYourDream Berlaga di ESL One Genting

Berkembangnya sebuah industri tentu tak lepas dari keberadaan orang-orang yang mampu menginspirasi yang lain untuk maju lebih jauh dan menentukan standar baru dalam industri tersebut. Di industri otomotif misalnya, ada Elon Musk yang akhirnya memunculkan gerakan baru dalam produksi mobil elektrik.

Di industri eSport tanah air, salah satu momen inspirasional yang muncul di tahun 2017 adalah bertandingnya Muhammad “InYourDream” Rizky (IYD) di ESL One Genting sebagai stand-in tim Fnatic. Momen ini dengan segera diangkat oleh hampir semua media eSport lokal dan mendapatkan perhatian luas dari masyarakat eSport.

Walau akhirnya mengalami kekalahan di event tersebut dan akhirnya keluar dari tim, InYourDream membuktikan bahwa pemain pro Indonesia juga dilirik oleh tim pro internasional. IYD saat ini masih memegang rekor sebagai pemain dengan MMR tertinggi di Indonesia.

2

Ahok Djarot Dota 2 Invitational

Ahok Djarot Dota 2 Invitational merupakan kompetisi Dota 2 yang diadakan pada bulan Februari 2017 dalam rangkaian kampanye politik pasangan Pilkada Jakarta 2016, Ahok dan Djarot.

Event ini memancing kontroversi. Meski bukan yang pertama, kompetisi Dota 2 yang dilatarbelakangi tujuan politik ini menjadi perhatian karena dilakukan untuk Pilkada ibu kota. Kontroversi muncul khususnya karena beberapa pihak menganggap bahwa olahraga apa pun, termasuk eSport, tidak diselenggarakan dengan tujuan politik, yang seringkali memiliki tarik ulur kepentingan.

Namun tak dipungkiri, event ini mampu menunjukkan bahwa eSport bisa dilakukan dengan tujuan serius dan menghasilkan yang dampak positif pula.

Baca Juga

Yuk lanjut ke halaman berikutnya!

1
2

SHARE
Previous articleIni Lho Profil Wanita Cantik Korban Banjir yang Sempat Menghebohkan Dunia Maya
Next article5 Aktor Hebat yang Kemampuannya Disia-siakan oleh Marvel Studio
Tertarik dengan dunia game sejak kecil. Baginya, game tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga sarana untuk belajar dan refleksi diri. Game yang ia senangi antara lain Grand Theft Auto V, seri Europa Universalis, seri Crusader King, dan seri Romance of the Three Kingdoms.